Lala Bohang
Tampilan
Lala Bohang (lahir 9 Maret 1985) adalah penulis, perupa, dan kurator Indonesia. Ia merupakan lulusan sarjana arsitektur dari Universitas Parahyangan, sekarang sedang menikmati perannya sebagai ilustrator dan penulis buku.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Menulis itu seperti merapikan pikiran, dan susahnya itu ada setelah prosesnya. Trus nikmatnya sudah menyelesaikan naskah karena sudah menepati janji buat diri gue sendiri."
- "Seakan ada pijakan, bisa saja hidup gue itu lagi capek dan kembali bisa ada di dua aktivitas ini. Mereka (menulis) akan selalu ada."[2]
- "Gue menulis itu suka membesarkan hal yang kecil dan mengecilkan hal yang besar. Di seri Book of Siblings itu banyak hal remeh-temeh, tapi gue tambah hiperbola dan detail untuk masuk ke dalam. Tapi, The Journey of Belonging itu bahas sejarah nasional, tapi gue mulai dari makanan sehingga orang bisa relate dan enggak takut duluan."
- "Tumbuh di keluarga multikultural, nilai yang mengendap paling tebal untuk melihat dunia luar adalah orang baik, bisa diandalkan, profesional, dipercaya atau enggak itu tergantung dari dia. Kualitas seorang individu tidak terpengaruh dari suku, agama, atau keluarga lu apa. Manusia, ya, manusia aja."
- "Women can have it all itu capek banget. Perempuan bisa menikmati jadi ibu rumah tangga, enggak menikah, menikah tapi tidak memiliki anak, atau punya banyak anak aja. Yang penting dia mengenal diri sendiri, tahu batasan, dan tahu apa yang nyaman." [3]
- "Semua bisa didesain."[4]
- “Selalu lihat sisi terang. Untuk setiap musibah dalam hidupmu, akan ada ‘diskon’ di bagian hidupmu yang lain.”[5]
- "We only remember what we want to remember, not what happened"[6]
- Terjemahan: "Kita hanya mengingat apa yang ingin kita ingat, bukan apa yang sebenarnya terjadi."
- "Always look on the bright side. For every disaster in your life, you'll get a discount in the other part of your life"[6]
- Terjemahan: "Selalu lihat sisi positifnya. Untuk setiap bencana dalam hidupmu, kamu akan mendapatkan diskon di bagian lain hidupmu."
- “we choose what we are sad about, we choose what we hate, we choose what we love”[6]
- Terjemahan: "Kita memilih apa yang membuat kita sedih, kita memilih apa yang kita benci, kita memilih apa yang kita cintai."
- "Everybody knows that everybody’s normal till you get to know them better."[6]
- Terjemahan: "Semua orang tahu bahwa semua orang normal sampai Anda mengenal mereka lebih baik."
- “Is love necessary? Don't ever love. Vow not to love and try hard to keep it. You'll still love something.”[6]
- Terjemahan: "Apakah cinta itu perlu? Jangan pernah mencintai. Bersumpahlah untuk tidak mencintai dan berusahalah keras untuk mempertahankannya. Kamu tetap akan mencintai sesuatu."
Puisi
[sunting | sunting sumber]- I want to grow up my soul doesn't seem to be very excited about it. Maybe she's lying. She's just a soul. One day she says, "Get up, lazy cat! You have to live your day proud and lound!" But another day she whispers, "So tired, can we just stay at home all day, call in sick, write an ugly poem, and be busy being invisible?" I can't control her. I'm just a body. She's the thinker. She's so inconsistent and always has this thirst for attention and celebration for herself. She makes me busy seeking for distractions. She never counts me in her future plans, she's too busy shouting meaningless my confidence in a very low whispers, like wind in December, "You're not good enough".
- Aku ingin tumbuh dewasa, tapi jiwaku sepertinya tidak terlalu bersemangat untuk itu. Mungkin dia berbohong. Dia hanya sebuah jiwa. Suatu hari dia berkata, “Bangun, kucing malas! Kamu harus menjalani harimu dengan bangga dan riang!” Namun di hari lain dia berbisik, “Lelah sekali, bisakah kita di rumah saja seharian, menelepon karena sakit, menulis puisi yang buruk, dan sibuk menjadi tak terlihat?” Aku tidak bisa mengendalikannya. Aku hanya sebuah tubuh. Dialah yang berpikir. Dia sangat tidak konsisten dan selalu haus perhatian serta perayaan untuk dirinya sendiri. Dia membuatku sibuk mencari pelarian. Dia tidak pernah memasukkan aku dalam rencana masa depannya, dia terlalu sibuk meneriakkan kepercayaan diriku yang tak berarti dalam bisikkan yang sangat pelan, seperti angin di bulan Desember, “Kau tak cukup baik.”[7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Indonesia, Media Bintang. Lala Bohang, Arsitek Yang Menjadi Penulis Buku dan Ilustrator.
- ↑ Agnes, Tia. "Lala Bohang di Antara Dunia Seni Visual dan Industri Buku". detikhot. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ↑ Kompas, Tim Harian (2021-08-08). "Lala Bohang, Perempuan Berimajinasi Rindang". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-11-16.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2023-08-08). Perjalanan Karier Lala Bohang, dari Arsitek hingga Jadi Penulis.
- ↑ "Claire Kohda". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 6,0 6,1 6,2 6,3 6,4 "Lala Bohang Quotes (Author of The Book of Forbidden Feelings)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-28.
- ↑ Amir, Namirah Dwiyanthi Andi (2020-06-26). Kualitas Artistik Seni Ilustrasi Karya Lala Bohang pada Buku Puisi “The Book Of Forbidden Feelings”. Vol. 4. hlm. 15–29. doi:10.26858/i.v4i1.13078. ISSN 1693-3990.