Lompat ke isi

Laila Al-Marayati

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Laila Al-Marayati adalah seorang dokter Palestina-Amerika dan aktivis Muslim, dan mantan presiden yang ditunjuk untuk Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS, di mana dia bertugas selama dua tahun setelah ditunjuk oleh Presiden Bill Clinton. Al-Marayati lahir pada tahun 1962 dan dibesarkan di Los Angeles. [1]

  • "As women in the United States, we often face gender-based discrimination. While this discrimination may not be as overt as in other parts of the world, or may take different forms, it does exist in America nevertheless. Women often cannot achieve their highest potential in career or education and the media continually depicts women as sex objects and nothing more. American women's salaries are still, dollar-for-dollar, less than the corresponding salaries for their male counterparts. Women who do work to earn a living still have primary responsibility for taking care of the home and family with little domestic support from their husbands. Women in positions of influence in the United States are few and far between. Recently we have had setbacks in affirmative action, and that will only make our struggles for equality more important." Artinya: Sebagai perempuan di Amerika Serikat, kami sering menghadapi diskriminasi berbasis gender. Meskipun diskriminasi ini mungkin tidak seterang di belahan dunia lain, atau mungkin dalam bentuk yang berbeda, diskriminasi ini tetap ada di Amerika. Perempuan seringkali tidak dapat mencapai potensi tertinggi mereka dalam karier atau pendidikan dan media terus-menerus menggambarkan perempuan sebagai objek seks dan tidak lebih. Gaji perempuan Amerika masih, dolar per dolar, lebih rendah daripada gaji rekan pria mereka. Perempuan yang bekerja untuk mencari nafkah masih memiliki tanggung jawab utama untuk mengurus rumah dan keluarga dengan sedikit dukungan domestik dari suami mereka. Perempuan dalam posisi berpengaruh di Amerika Serikat sedikit dan jarang. Baru-baru ini kami mengalami kemunduran dalam tindakan afirmatif, dan itu hanya akan membuat perjuangan kami untuk kesetaraan menjadi lebih penting.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Laila Al-Marayati | WISE Muslim Women Muslim Women Doctor". WISE Muslim Women. 2011-06-01. Diakses tanggal 2025-12-04.
  2. "Muslim Women's League - Challenges". www.mwlusa.org. Diakses tanggal 2025-12-04.