Lompat ke isi

Karlina Leksono Supelli

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Karlina Leksono Supelli (15 Mei 1958) adalah seorang ahli astronomi dan filsuf dari Indonesia. Ia adalah wanita pertama yang lulus dari jurusan astronomi dari Institut Teknologi Bandung, serta meraih gelar Magister Sains dalam Ilmu Keantariksaan dari University College London. [1][2]

Sebagai filsuf sekaligus astronom perempuan Indonesia, Dr. Karlina Supelli dikenal memiliki ketertarikan intelektual yang kuat serta cakupan keahlian yang sangat luas. Sepanjang karier akademiknya, beliau tercatat pernah mengajar dan terlibat dalam berbagai mata kuliah, antara lain Manusia, Sains, dan Rasionalitas; Antropologi Teknologi; Sejarah Pemikiran Modern; Wacana Perempuan; Pancasila dan Kenegaraan Republik Indonesia; Sejarah Filsafat Abad ke-20; Filsafat Teknologi; Feminisme dalam Filsafat; Etika Terapan; Kosmologi: Manusia dan Alam Semesta; Epistemologi dan Filsafat Ilmu; Etika Spesialis; Filsafat Analitik; Filsafat Kebudayaan; Batas-Batas Nalar; Ilmu dan Masyarakat; Ilmu Alam Dasar; 100 Tahun Relativitas; serta Antropologi Budaya Indonesia.[3]

  1. “Jangan biarkan demokrasi semakin dirusak dan jangan biarkan kekuasaan sibuk mengejar kepentingannya sendiri,” [4]
  2. "Warga negara sejati tak bisa diam,"[4]
  3. “Sebagai masyarakat akademik memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan bahwa laku para pemangku jabatan negara dan aparat pemerintahan telah mencederai amanat kedaulatan rakyat yang telah dipercayakan,” [4]
  4. “Seruan ini disampaikan sebagai tanggung jawab moral sivitas akademika dalam salah satu tugas tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, kepada nusa dan bangsa, bukan kepada kepentingan politik tertentu,”[4]
  5. "Kendati manusia adalah bagian penting dalam kosmologi tidak sanggup menafsirkan kerumitan gejala manusia dalam dunia kehidupan sehari-hari,"[5]
  6. "Imajinasi memungkinkan sintesis antara pemahaman dan alam semesta sebagai keseluruhan yang pada akhirnya menemukan asas yang memersatukan kemiripan-kemiripan tersembunyi yang ditemukan didalamnya,"[5]
  7. “Pada dasarnya, seluruh cara pandang kita terhadap berbagai hal semestinya dapat dipahami sebagai bagian dari realitas yang tidak saling bertentangan, meskipun hingga kini kita belum sepenuhnya mampu menjelaskan bagaimana hal tersebut dapat terjadi.”[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Profil Karlina Rohima Supelli Leksono". tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-08.
  2. "KARLINA LEKSONO SUPELLI | PROFIL TOKOH | DATATEMPO - DATA TEMPO". data.tempo.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-08.
  3. Supelli, Karlina (2022). Menemukan Allah Dalam Sains dan Manusia. PT Kanisius. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 "Karlina Supelli Soroti Pemerintahan Jokowi: Jangan Biarkan Demokrasi Semakin Dirusak". Tempo. 6 Februari 2024 | 04.34 WIB. Diakses tanggal 2025-12-08.
  5. 5,0 5,1 5,2 Supellli, Karlina (2011). DARI KOSMOLOGI KE DIALOG. MIZAN. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)