Lompat ke isi

Joumana Haddad

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Joumana Haddad adalah seorang penulis Lebanon, pembicara publik, jurnalis dan aktivis hak asasi manusia. Dia telah terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita Arab terkuat di dunia oleh Majalah Bisnis Arab untuk aktivisme budaya dan sosialnya.[1] [2] [3]

  1. “Don't be afraid of books, even the most dissident, seemingly 'immoral' ones. Culture is a sure bet in life, whether high, low, eclectic, pop, ancient or modern. And I am convinced that reading is one of the most important tools of liberation that any human being, and a contemporary Arab woman in particular, can exploit. I am not saying it is the ONLY tool, especially with all the new alternative - more visual, interactive and hasty - ways of knowledge, learning and growth. But how could I not be convinced of literature's power, when it has been my original emancipator?” Artinya: Jangan takut pada buku, bahkan yang paling berbeda pendapat sekalipun, yang terkesan 'tidak bermoral'. Budaya adalah jaminan hidup, baik yang tinggi, rendah, eklektik, pop, kuno, maupun modern. Dan saya yakin bahwa membaca adalah salah satu alat pembebasan terpenting yang dapat dimanfaatkan oleh setiap manusia, khususnya perempuan Arab kontemporer. Saya tidak mengatakan bahwa membaca adalah SATU-SATUNYA alat, terutama dengan semua alternatif baru—yang lebih visual, interaktif, dan cepat—untuk memperoleh pengetahuan, pembelajaran, dan pertumbuhan. Tetapi bagaimana mungkin saya tidak yakin akan kekuatan sastra, padahal sastra telah menjadi emansipator sejati saya?” [4]
  2. “Surviving war is an excellent training process. If it weren't so brutal, I 'd recommend it as an excellent start-up course in life. I feel that over years of endurance, hard work and perseverance of determination and conviction, of claiming our rights to stay alive, to be free and to be ourselves, of fighting the biggest wars as much as the smaller ones, our will can indeed move mountains for us.” Artinya: "Bertahan hidup dari perang adalah proses pelatihan yang luar biasa. Seandainya tidak sebrutal ini, saya akan merekomendasikannya sebagai kursus awal yang sangat baik dalam hidup. Saya merasa bahwa selama bertahun-tahun ketekunan, kerja keras, dan kegigihan tekad serta keyakinan, dalam memperjuangkan hak kita untuk tetap hidup, untuk bebas dan menjadi diri kita sendiri, dalam berperang dalam perang-perang besar maupun kecil, tekad kita memang dapat memindahkan gunung bagi kita." [4]
  3. “As for the errors I make, the only punishment I acknowledge for having made them is my awareness of those errors, and having to live with it: there is, there should be, no heavier penalty on a person's soul, mind and heart.” Artinya: “Mengenai kesalahan yang saya buat, satu-satunya hukuman yang saya akui atas kesalahan tersebut adalah kesadaran saya akan kesalahan tersebut, dan harus hidup dengannya: tidak ada, seharusnya tidak ada, hukuman yang lebih berat bagi jiwa, pikiran, dan hati seseorang.”[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Joumana Haddad". international literature festival berlin (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-05.
  2. "Alumni Section | Joumana Haddad". www.usek.edu.lb. Diakses tanggal 2025-12-05.
  3. "Joumana Haddad". Simon & Schuster (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-05.
  4. 4,0 4,1 4,2 "Joumana Haddad Quotes (Author of La hija de la costurera)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-05.