Jessye Norman
Tampilan

Jessye Norman (15 September 1945 - 30 September 2019) adalah seorang soprano opera Amerika yang terkenal sebagai salah satu penyanyi terbaik pada masanya. Ia memulai debut operanya pada tahun 1969 di Berlin sebagai Elisabeth dalam Tannhäuser karya Richard Wagner, setelah meraih kemenangan dalam Kompetisi Musik Internasional Bavarian Radio Corp. pada tahun 1968.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "We singers have a different level of responsibility from other musicians. We have words that we must convey; we have meanings that we must convey through these lyrics."
- "Kami para penyanyi memiliki tingkat tanggung jawab yang berbeda dari musisi lainnya. Kami memiliki kata-kata yang harus disampaikan; kami memiliki makna yang harus disampaikan melalui lirik-lirik ini."
- "One needs more than ambition and talent to make a success of anything, really. There must be love and a vocation."
- "Seseorang membutuhkan lebih dari sekadar ambisi dan bakat untuk benar-benar meraih kesuksesan dalam sesuatu. Harus ada cinta dan panggilan hidup."
- "There's no anger ever in a spiritual. There's always the dream of a hope of a better day coming. That God understands the troubles that I'm experiencing."
- "Tidak ada kemarahan dalam musik spiritual. Selalu ada impian dan harapan akan datangnya hari yang lebih baik. Bahwa Tuhan memahami kesulitan yang sedang kualami."
- "It is still more likely that a woman's power would be seen as aggression, and a man's power would be seen as assertion."[2]
- "Masih lebih mungkin kekuatan seorang perempuan dianggap sebagai agresi, sementara kekuatan seorang laki-laki dianggap sebagai penegasan."
- "I am a product of a specific place and time in the history of our nation, in the Deep South, where our people marched, bled, and soldiered their way through the civil rights movement."[3]
- "Aku adalah produk dari tempat dan waktu tertentu dalam sejarah bangsa kita, di Deep South, di mana rakyat kita berbaris, meneteskan darah, dan berjuang melalui gerakan hak-hak sipil."
- "Art makes each of us whole by insisting that we use all of our senses, our heads and our hearts, that we express with our bodies, our voices, our hands, as well as our minds."[4]
- “Seni membuat kita menjadi utuh dengan menuntut kita menggunakan semua indra kita, pikiran dan hati kita, serta mengekspresikannya melalui tubuh, suara, tangan, sekaligus akal kita.”
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Jessye Norman | Facts, Biography, & Significance | Britannica (dalam bahasa Inggris).
- ↑ "Jessye Norman Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-13.
- ↑ Thorpe, Vanessa (2015-04-25). Jessye Norman: a powerful voice joins America’s race debate (dalam bahasa Inggris (Britania)). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ By (2008-05-11). "Jessye Norman Commencement Speech". UNC News Archives (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-13.