Lompat ke isi

Jenahara Nasution

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Nanida Jenahara Nasution (lahir 27 agustus 1985) adalah seorang perancang busana asal Indonesia. Jehan merilis label Jenahara pada tahun 2011, meskipun konsep label tersebut sudah ada sejak 2006.[1]

Ia adalah putri dari musisi Keenan Nasution dan perancang Ida Royani[1], sekaligus mantan istri dari chef Ari Galih Gumilang.[1]Ia memiliki dua putri yakni Rosemary Malika Zuri dan Chia Mahala Tavi.[1]Pada 2019, ia membintangi film Bumi Itu Bulat.

Pada 2011, ia di daulat sebagai Presiden Hijabers Community yang merupakan salah satu komunitas hijab terbesar di Indonesia. Ia menjadi figur yang berpengaruh dalam perkembangan fashion muslim indonesia dengan lebel utamanya Jenahara Black Label.

  1. “Masa kecil saya banyak menghabiskannya dengan mengikuti kegiatan ibu,” kenangnya. [2]
  2. "Semuanya berawal dari toko bahan. Saya suka sekali melihat gulungan-gulungan kain dan sering bertanya banyak hal kepada ibu. Saya selalu memerhatikan proses saat ibu belanja, mencoba mengombinasikan kain dan kancing, maupun detail-detail lainnya. Semua terekam jelas dan saya pun menganggap dunia mode adalah dunia yang sangat menarik,"[2]
  3. “Saya menanggap berhijab seharusnya tidak membatasi kebebasan bergaya. Ada tantangan tersendiri dalam membuat busana berhijab yang simpel, minimalis, namun tetap elegan,”[2]
  4. "Banyak orang beranggapan bahwa wise wear selalu dikaitkan dengan busana muslim. Bagi saya, wise wear lebih menimbulkan tekanan masalah pakaian sopan dan menutupi bagian tubuh. Duplikasinya lebih panjang, lebih longgar, dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Busana Muslim pasti menganut konsep gaya berpakaian sopan , tapi gaya busana muslim bukan berarti harus berhijab,"[2]
  5. “Saya merasa apa yang nyaman saya pakai barangkali juga nyaman dikenakan orang lain. Berdasarkan pengalaman ini, saya mencoba membuat berbagai koleksi yang bersifat multiway dan berdetail edgy ,[2]
  6. “Perempuan adalah sosok istimewa yang luar biasa hebat. Perempuan mampu melakukan banyak hal dan merasakan segala emosi. Perempuan sepatutnya memberdayakan sesama perempuan, karena kekuatannya menular dan menginspirasi banyak orang di sekitarnya. Saya rasa pakaian adalah media yang tepat untuk membuat perempuan merasa nyaman dengan dirinya sendiri, sekaligus memiliki keberdayaan untuk melakukan kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain,”[2]
  7. "Sebetulnya butik di Kota Kasablanka sudah kami persiapkan sejak awal tahun 2020. Begitu pandemi merebak, banyak hal yang tertunda. Pada bulan Desember lalu, kami memutuskan untuk membuka butik tersebut. Di tengah lesunya industri mode selama beberapa bulan sebelumnya, saya merasa perlu melakukan sesuatu untuk mendobrak semangat teman-teman pelaku industri fashion ini,"[2]
  8. “Mudah-mudahan label Jenahara nantinya bisa menjadi sebuah merek gaya hidup, yang tidak hanya menawarkan pakaian tetapi juga kebutuhan sehari-hari perempuan. Saya ingin dikenang sebagai perempuan yang karyanya dapat dinikmati banyak orang. Bukan semata-mata untuk dilihat sukses, tetapi karena bermanfaat bagi sesama perempuan,” [2]
  9. "Kadang orang tuh berpikir ya udah deh olahraga dulu, padahal yang benar menurut aku itu menjaga pola makannya dulu,"[3]
  10. "Olahraga juga harus ada perencanaan ya menurut aku. Kenapa aku bilang kayak gitu karena kan di saat kita berolahraga itu stamina kita juga harus benar, harus fit. Kita juga harus siapin vitamin, harus tidur yang cukup, jadi memang ya jadikan itu sebagai kebiasaan,"[3]
  11. "Mulai aja dulu karena kadang tuh orang tuh tiap kali mau mulai kan susah ya. Jadi sambil memulai sambil juga dicoba ditata,"[3]

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 Jenahara Nasution. 2025-12-10.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 2,7 "Jenahara Nasution Memaknai Semangat 'Modest'". Elle Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-13.
  3. 3,0 3,1 3,2 Oktiani, Vina. "Gaya Hidup Sehat Desainer Jenahara Nasution yang Inspiratif". wolipop. Diakses tanggal 2025-12-13.