Lompat ke isi

Jacqueline Wilson

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Jacqueline Wilson

Jacqueline Wilson (lahir 17 Desember 1945)[1] adalah salah satu penulis buku anak terlaris di Inggris. Ia telah menulis lebih dari 100 buku dan merupakan pencipta karakter-karakternya. Dia menulis novel pertamanya ketika berusia sembilan tahun. Dia juga telah memenangkan banyak penghargaan untuk buku-bukunya. Lebih dari empat puluh juta eksemplar bukunya telah terjual.[2] Cerita anak dari sisi realita yang paling kelam seperti perceraian, bullying, mengenal narkoba, atau masalah anak yang diadopsi merupakan topik-topik spesifik yang diangkat dalam karya novelnya. Hingga saat ini karyanya telah diterbitkan oleh 22 negara.[3]

  1. If you’d asked me as I was growing up was I happy, I’d have said yes, and been absolutely certain I was. If I was sometimes nervous or anxious, which I was, I would have thought it was my fault.
    • Artinya: Kalau kamu tanya aku waktu kecil dulu, apakah aku bahagia? Aku pasti akan bilang ya, dan sangat yakin. Kalau aku kadang-kadang gugup atau cemas, yang memang begitulah adanya, aku pasti akan berpikir itu salahku.[1] - Ia menjawab pada usia 70 tahun ketika membuka kisah masa kecilnya setelah kematian ibunya.
  2. Children’s books back then presented a world where parents didn’t argue. My parents argued every day, about practically everything.
    • Artinya: Buku anak-anak pada waktu itu menyajikan dunia di mana orang tua tidak bertengkar. Orang tua saya bertengkar setiap hari, tentang hampir semua hal.[1] - Ia menjawab pada usia 70 tahun ketika membuka kisah masa kecilnya setelah kematian ibunya.
  3. But when you’re growing up, all you know is your own family – you think this sort of thing is quite normal.
    • Artinya: Tapi ketika kamu tumbuh dewasa, yang kamu tahu hanyalah keluargamu sendiri – kamu pikir hal semacam ini adalah hal yang biasa.[1]
  4. When she was asked why, she said it was because they were children’s books.
    • Artinya: Ketika ditanya alasannya, dia menjawab karena novel itu buku anak-anak. - Dia menyampaikan alasan ibunya mengapa tidak pernah membaca novelnya.[1]
  5. When I write the first draft, I write it for myself. Each time I think, right, I’ll surprise everybody now and write about a really close, loving family. But I just can’t seem to do it. There’s a sort of template in my head for writing a novel – and I just have to trust it.
    • Artinya: Ketika saya menulis draf pertama, saya menulisnya untuk diri saya sendiri. Setiap kali saya berpikir, baiklah, saya akan mengejutkan semua orang sekarang dan menulis tentang keluarga yang sangat dekat dan penuh kasih. Tapi sepertinya saya tidak bisa melakukannya. Ada semacam pola di kepala saya untuk menulis novel.[1] – dan saya hanya harus mempercayainya. - secara emosional, Wilson menanggapi dan menjelaskan bahwa ia tidak pernah bermaksud membuat hal-hal sulit atau menegangkan dalam membuat buku dan film tentang keluarga yang tidak bahagia.
  6. I started this book on...I don’t know. Who cares what the date is? You always have to put the date at school. I got fed up with this.
    • Artinya: Saya mulai menulis buku ini pada...entahlah. Siapa yang peduli tanggal berapa? Kita selalu harus mencantumkan tanggalnya di sekolah. Saya muak dengan ini.[4]
  7. I wouldn’t recommend getting married at 19. Because you don’t know who you are.
    • Artinya: Saya tidak menyarankan menikah di usia 19. Karena kita belum tahu siapa diri kita.[5]
  8. Mark the name. I’m going to be famous one day.
    • Artinya: Tandai namanya. Aku akan terkenal suatu hari nanti.[5]
  9. If I can manage to write up to about a thousand words early in the morning, no matter what else I'm doing that day, I feel at least I've got some work done. Write when you wake up.
    • Artinya: Jika saya berhasil menulis hingga sekitar seribu kata di pagi hari, apa pun yang saya lakukan hari itu, setidaknya saya merasa sudah menyelesaikan beberapa pekerjaan. Menulislah saat bangun tidur.[6]
  10. I try to have reasonable happy endings because I would hate any child to be cast down in gloom and despair, I want to show them you can find a way out of it.
    • Artinya: Saya mencoba untuk memiliki akhir yang bahagia karena saya tidak ingin anak-anak terpuruk dalam kesedihan dan keputusasaan. Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Anda dapat menemukan jalan keluar dari itu.[6]
  11. I’m a fancy lady writer now, but I feel I still have a foot in the camp the majority of children are familiar with.
    • Artinya: Saya sekarang seorang penulis wanita yang modis, tapi saya merasa masih punya kaki di kelompok yang dikenal kebanyakan anak-anak.[5]
  12. That sometimes people assume the worst of children if they come from poor families.
    • Artinya: Terkadang orang berasumsi yang terburuk tentang anak-anak jika mereka berasal dari keluarga miskin.[5]
  13. I can be a bit mean. I suppose I’m trying to show that there are different ways of being a happy family.
    • Artinya: Aku mungkin agak jahat. Kurasa aku mencoba menunjukkan bahwa ada berbagai cara untuk menjadi keluarga bahagia.[7] - pengakuannya pada saat menulis dalam fiksi Wilson yang dipengaruhi oleh pengalaman ayah dan mantan suaminya.
  14. I try to have reasonably happy endings because I would hate any child to be cast down in gloom and despair; I want to show them you can find a way out of it.
    • Artinya: Aku berusaha agar akhir ceritanya cukup bahagia karena aku tidak ingin ada anak yang terpuruk dalam kesedihan dan keputusasaan. Aku ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kamu dapat menemukan jalan keluar dari hal itu.[6]
  15. Well, I didn't need them. I didn't need anyone. I was Lola Rose. I just wished I looked more like my idea of Lola Rose.
    • Artinya: Yah, aku tidak membutuhkan mereka. Aku tidak membutuhkan siapa pun. Aku adalah Lola Rose. Aku hanya berharap penampilanku lebih sesuai dengan gambaran Lola Rose yang ada dalam pikiranku.[6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 Ferguson, Donna (2016-09-24). My parents at war: Jacqueline Wilson opens up about unhappy early life (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077.
  2. "Jacqueline Wilson". www.penguin.co.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.
  3. "Jacqueline Wilson Menawarkan Cerita Anak dari Sisi Realita yang Paling Kelam – Litera Media Tama" (dalam bahasa American English). 2021-11-27. Diakses tanggal 2025-11-19.
  4. The 10 best Jacqueline Wilson quotes (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2015-12-17. ISSN 0261-3077.
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 Mangan, Lucy (2015-02-06). Jacqueline Wilson interview: ‘People say my books are all sex and drugs, but I can’t remember any’ (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077.
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 "Jacqueline Wilson Quotes (Author of The Story of Tracy Beaker)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-11-19.
  7. Allardice, Lisa (2020-04-04). Jacqueline Wilson: 'I've never really been in any kind of closet' (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077.