Isatou Ceesay
Tampilan
Isatou Ceesay (Njau, Gambia, 1972) adalah seorang aktivis dan wirausahawan sosial dari Gambia. Ia sering dijuluki Queen of Recycling. Ia memprakarsai gerakan daur ulang bernama One Plastic Bag. Ia menerima penghargaan The International Alliance for Women Difference Maker Award di Washington DC pada tahun 2012. [1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "People thought I was too young and that women couldn’t be leaders. I took these things as challenges; they gave me more power. I didn’t call out the problems - I called out solutions." "Orang-orang menganggap saya terlalu muda dan bahwa perempuan tidak bisa menjadi pemimpin. Saya menjadikan hal-hal itu sebagai tantangan; semua itu justru memberi saya lebih banyak kekuatan. Saya tidak hanya menyoroti masalah - saya menawarkan solusi." [2]
- "One day, I stood at the edge of my village staring at the ugly heap of rubbish piled high on the red earth. Amongst the discarded tins, food and bike tyres, one thing stood in my sight. I saw a lot of plastic bags everywhere. Mosquitoes swarmed above murky puddles of water that pooled among the bags on the ground. Some of my neighbour’s goats scavenged on the dumpsites and in the process they nibbled at the plastic bags. A couple of years ago, butchers found plastic bags knotted in their stomachs. You can imagine the extent of plastic pollution." "Suatu hari, saya berdiri di pinggir desa saya sambil menatap tumpukan sampah yang menjijikkan, menggunung di atas tanah merah. Di antara kaleng bekas, sisa makanan, dan ban sepeda motor, ada satu hal yang paling menarik perhatian saya. Saya melihat begitu banyak kantong plastik di mana-mana. Nyamuk berkerumun di atas genangan air keruh yang mengumpul di antara kantong-kantong plastik di tanah. Beberapa kambing milik tetangga saya mencari makan di tempat pembuangan sampah dan dalam prosesnya mereka menggigiti kantong plastik tersebut. Beberapa tahun sebelumnya, para tukang daging menemukan kantong plastik yang terikat di dalam perut hewan. Anda bisa membayangkan betapa parahnya pencemaran plastik itu."
- "I started seeing a lot of people indiscriminately dumping their garbage at the back of their houses and in the street. The problem was only getting worse and other than just looking ugly, the waste piles were also causing other issues in my community." "Saya mulai melihat banyak orang membuang sampah sembarangan di belakang rumah dan di jalan. Masalah ini semakin memburuk, dan selain terlihat kotor, tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan berbagai masalah lain di komunitas saya."
- "We plucked plastic bags from trash piles and took them home together with my four friends. We washed the bags, dried them, cut them into strips, and crocheted them into bags. Other people made fun of us but we never gave up, we just pressed on, knowing that we were doing it for a good cause." "Kami memungut kantong plastik dari tumpukan sampah dan membawanya pulang bersama empat teman saya. Kami mencuci kantong-kantong itu, mengeringkannya, memotongnya menjadi pita-pita kecil, lalu merajutnya menjadi tas. Orang lain menertawakan kami, tetapi kami tidak pernah menyerah. Kami terus melangkah karena kami tahu bahwa yang kami lakukan adalah untuk tujuan yang baik."
- "My entrepreneurship spirit has since helped to empower many women through providing them with the means and support to generate an income, now they’re able to care for their families,” she explained." "Semangat kewirausahaan saya sejak itu telah membantu memberdayakan banyak perempuan dengan memberi mereka sarana dan dukungan untuk menghasilkan pendapatan, sehingga kini mereka mampu menghidupi keluarga mereka." [3]
- "It was only when I went to secondary school that I learnt burning plastic is hazardous, so I relayed that back to my community and family. That was my first step in educating people about the dangers of plastic." "Baru ketika saya masuk sekolah menengah saya belajar bahwa membakar plastik itu berbahaya, lalu saya menyampaikan hal tersebut kembali kepada komunitas dan keluarga saya. Itulah langkah pertama saya dalam mengedukasi orang-orang tentang bahaya plastik."
- "The reason I started working in this area is because I am from a rural area, and I saw that it was lagging behind so many others around the world when it comes to pollution. I knew I had to take responsibility and educate them about the side effects on an environment that does not properly manage its waste. It's a challenge I have given to myself." "Alasan saya mulai bekerja di bidang ini adalah karena saya berasal dari daerah pedesaan, dan saya melihat daerah tersebut tertinggal dibandingkan banyak tempat lain di dunia dalam hal pencemaran. Saya tahu saya harus mengambil tanggung jawab dan mengedukasi mereka tentang dampak lingkungan yang tidak mengelola sampah dengan baik. Ini adalah tantangan yang saya berikan kepada diri saya sendiri."
- "If you leave it in the environment, people will burn it to light fires and get cancer and other incurable diseases." "Jika dibiarkan di lingkungan, orang-orang akan membakarnya untuk menyalakan api dan bisa terkena kanker serta penyakit lain yang tidak dapat disembuhkan."
- "Donkeys and cows will also eat the plastic and die because they cannot digest it." "Keledai dan sapi juga akan memakan plastik tersebut dan mati karena mereka tidak bisa mencernanya."
- "I will keep trying to educate people as best I can." "Saya akan terus berusaha mengedukasi orang-orang sebaik yang saya bisa."
- "This is a big global problem, and by connecting with similar people across the world I believe we can together make a lot of changes to help the situation we are in – the sky's the limit." "Ini adalah masalah global yang besar, dan dengan terhubung dengan orang-orang yang sejalan di seluruh dunia, saya percaya kita bisa bersama-sama membuat banyak perubahan untuk memperbaiki situasi ini—tidak ada batasnya.” [4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Isatou Ceesay. 2025-12-03.
- ↑ "Isatou Ceesay". All About Amazing People (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-17.
- ↑ Mwenda, Mike (2023-03-30). "'Queen of Recycling' Isatou Ceesay fights plastic pollution in The Gambia". LifeGate (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-17.
- ↑ "Weaving a brighter future". www.isepglobal.org. Diakses tanggal 2025-12-17.