Lompat ke isi

Iriana

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Hj. Iriana atau lebih dikenal sebagai Iriana Joko Widodo merupakan istri dari Presiden Jokowi. Setelah Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI ketujuh 2014—2019 dan resmi menjadi ibu negara pada 20 Oktober 2024.

  • "Peran penting dalam berbagai sektor pembangunan harus membangkitkan semangat kaum perempuan untuk lebih berani berbicara dan menunjukkan potensinya agar semakin berdaya membangun kesetaraan dan kehidupan"
  • "Manis bukan hanya di mulut, tapi juga di hati. Kebaikan yang dilakukan bukan hanya sekadar ucapan, tapi juga kebaikan dengan sepenuh hati."
  • "Jika ada kemalangan walaupun tidak diundang, kita wajib berupaya datang menolong. Tapi kalau ada kegembiraan, kita wajib datang kalau diundang."
  • "Kalau banyak menanam, kita banyak memetik hasil. Artinya, banyak berbuatlah kebaikan maka kalian akan memetik kebahagian."
  • "Kerjakan dengan bahasa cinta, karena itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya. Cinta akan membawa pertanggungjawaban. Masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencintai dirinya, lingkungan, dan Tuhan."
  • "Otak sebagai sumber pikiran harus slalu terkoneksi dengan hati. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih akan hasilkan ide-ide besar yang mampu mengubah kehidupan."
  • "Mulailah sebuah perjalanan dengan tujuan akhir yang jelas."
  • "Jika bisa dipermudah kenapa dipersulit. Jika bisa dipercepat, kenapa mesti diperlambat?"
  • "Ternyata, semut tidak selalu kalah dengan gajah."
  • "Saya hanyalah semut yang harus melawan gajah-gajah yang punya segalanya."
  • "Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani".
  • "Kalau kebenaran itu tidak kita lakukan, ya kita akan ragu-ragu terus. Kenapa takut?"
  • "Jangan sampai kita lupa nikmatnya kerukunan, karena kita selama ini selalu rukun."
  • "Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi sering ketakutanlah yang membuat jadi sulit. Jadi, jangan mudah menyerah!"
  • "Kita sebagai orang tua, selain sebagai pengarah kita juga harus memposisikan sebagai teman, jadi hubungannya cair, nggak kaku, sehingga mereka  juga dekat dengan kami."

Referensi

[sunting | sunting sumber]