Lompat ke isi

Indira Gandhi

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Indira Gandhi (lahir 19 November 1917 – wafat 31 Oktober 1984) adalah politikus India dan perdana menteri wanita pertama India, menjabat dalam tiga periode (1966–1977) dan sekali lagi dari 1980 hingga pembunuhannya.[1]

  • I do not like carving the world into segments; we are one world, whether we like it or not..[2]
  • Saya tidak suka membagi dunia menjadi segmen-segmen; kita adalah satu dunia, suka maupun tidak.[2]
  • There must be equal respect for all religions and all castes.[2]
  • Harus ada penghormatan yang setara untuk semua agama dan kasta.[2]
  • Economic development is crucial. My focus is on better distribution and production of resources through a form of socialism.[3]
  • Pembangunan ekonomi sangat penting. Fokus saya adalah pada distribusi dan produksi sumber daya yang lebih baik melalui bentuk sosialisme.[3]
  • Life is always full of dangers and I don’t think one should avoid dangers. I think one should do what seems right. And if what seems right involves danger…well, one must risk the danger. That’s always been my philosophy. I’ve never thought of the consequences of a necessary action.[4]
  • Hidup selalu penuh bahaya dan saya tidak berpikir seseorang harus menghindari bahaya. Saya berpikir seseorang harus melakukan apa yang tampaknya benar. Dan jika apa yang terlihat benar itu melibatkan bahaya… yah, seseorang harus mengambil risiko tersebut. Itu selalu menjadi filosofi saya. Saya tidak pernah memikirkan konsekuensi dari suatu tindakan yang diperlukan.[4]
  • Sometimes friends are dangerous. We must be very careful about the help friends give us.[4]
  • Terkadang teman bisa membahayakan. Kita harus sangat berhati-hati terhadap bantuan yang diberikan teman kepada kita.[4]
  • It would seem that it was not in the interest of ‘someone’ for us to make progress. It was in ‘someone’s’ interest that we be always at war, that we tear each other to pieces. [4]
  • Sepertinya kemajuan kita bukanlah menjadi kepentingan ‘seseorang’. Justru ‘seseorang’ memetingkan agar kita selalu berperang, saling menghancurkan satu sama lain.[4]
  • Because in all societies that have applied a form of socialism, a certain degree of social economic equality has been achieved. But by now even the word socialism has so many meanings and interpretations.[4]
  • Karena di semua lapisan masyarakat yang telah menerapkan sosialisme, tingkat kesetaraan sosial-ekonomi pada tingkatan tertentu tertentu telah tercapai. Namun sekarang bahkan kata sosialisme pun memiliki begitu banyak makna dan interpretasi.[4]
  • Just when you think you’ve achieved something, you realize you’ve achieved nothing. And still you have to go forward just the same – toward a dream so distant that your road has neither beginning nor end.[4]
  • Saat Anda berpikir telah mencapai sesuatu, Anda menyadari bahwa Anda belum mencapai apa-apa. Dan tetap saja, Anda harus terus melangkah — menuju sebuah mimpi yang begitu jauh dimana jalan Anda tak memiliki awalan maupun akhiran.[4]
  • Women are part of a great revolt of which one can only approve. Women sometimes go too far, it’s true. But it’s only when you go too far that others listen. This is also something I’ve learned from experience.[5]
  • Perempuan adalah bagian dari pemberontakan besar yang hanya bisa disetujui. Memang benar, terkadang perempuan melangkah terlalu jauh. Tetapi hanya ketika Anda melangkah terlalu jauh, orang lain mau mendengar. Ini juga sesuatu yang saya pelajari dari pengalaman.[5]
  • I’ve never understood women who, because of their children, pose as victims and don’t allow themselves any other activities. It’s not at all hard to reconcile the two things if you organize your time intelligently. [5]
  • Saya tidak pernah memahami perempuan yang, karena keberadaan anak-anak mereka, berpura-pura menjadi korban dan tidak membiarkan diri mereka melakukan kegiatan yang berbeda. Sama sekali tidak sulit untuk menyatukan kedua hal itu jika Anda mengatur waktu dengan cerdas.[5]
  • Happiness is such a fleeting point of view – there’s no such thing as continual happiness. There are only moments of happiness – from contentment to ecstasy. And if by happiness you mean ecstasy … Yes, I’ve known ecstasy, and it’s a blessing to be able to say it because those who can say it are very few. But ecstasy doesn’t last long and is seldom if ever repeated. If by happiness you mean instead an ordinary contentment, then yes – I’m fairly contented. Not satisfied – contented.[5]
  • Kebahagiaan adalah sudut pandang yang begitu singkat – tidak ada yang namanya kebahagiaan yang terus-menerus. Hanya ada momen-momen kebahagiaan – dari kepuasan hingga ekstasi. Dan jika yang Anda maksud dengan kebahagiaan adalah ekstasi… Ya, saya pernah merasakan ekstasi, dan itu adalah anugerah bisa mengatakannya karena hanya sedikit orang yang bisa mengatakannya. Namun ekstasi tidak bertahan lama dan jarang, jika pernah, terulang. Jika yang Anda maksud dengan kebahagiaan adalah kepuasan biasa, maka ya – saya cukup puas. Bukan puas sepenuhnya – tapi merasa cukup.[5]
  • We are taught that life is a mixture of good and bad, of sunlight and shadow, happiness and sorrow. [6]
  • Kita diajarkan bahwa hidup adalah perpaduan antara baik dan buruk, antara sinar matahari dan bayangan, antara kebahagiaan dan kesedihan.[6]
  • Now we must concentrate that knowledge on being better people, on making the world a much better place in every possible way. And if the rest of the world can't do it or won't, at least India should try her best.[6]
  • Sekarang kita harus memfokuskan pengetahuan untuk menjadikan manusia yang lebih baik, dunia menjadi tempat yang jauh lebih baik dalam setiap cara yang memungkinkan. Dan jika belahan dunia lain tidak bisa atau tidak mau melakukannya, setidaknya India harus berusaha sebaik mungkin.[6]
  • We certainly, want a quick solution but we don't want to do anything which, creates greater problems.[7]
  • Kami tentu ingin solusi yang cepat, tetapi kami tidak ingin melakukan apa pun yang justru menimbulkan masalah yang jauh lebih besar.[7]
  • We don't want to conquer but we do want friendship with everybody. In fact, we define our foreign policy as increasing friendship where it exists, trying to create it where it does not exist and where there is hostility try and blunt it,[8]
  • Kami tidak ingin menaklukkan, tetapi kami ingin menjalin persahabatan dengan semua orang. Bahkan, kami mendefinisikan kebijakan luar negeri kami yaitu meningkatkan persahabatan di tempat yang sudah ada, berusaha menciptakannya di tempat yang belum ada, dan di mana ada permusuhan, berusaha meredakannya.[8]
  • We are a peaceloving people, but we know that peace cannot last if we do not guard our freedom, our democracy and our way of life. So today we fight, not merely for territorial integrity, but for the basic ideals which have given strength to this country, and in this alone we can progress to a better future. [9]
  • Kami adalah bangsa yang mencintai perdamaian, tetapi kami tahu bahwa perdamaian tidak akan bertahan lama jika kami tidak menjaga kebebasan, demokrasi, dan cara hidup kami. Jadi hari ini kami berjuang, bukan hanya menjaga keutuhan wilayah, tetapi untuk cita-cita dasar yang telah memberikan kekuatan bagi negara ini, dan hanya dengan prinsip inilah kami dapat maju menuju masa depan yang lebih baik.[9]

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Indira Gandhi | Biography, Career, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2025-11-15. Diakses tanggal 2025-11-16.
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 TIME. An Interview with Indira Gandhi (dalam bahasa Inggris).
  3. 3,0 3,1 "Howard Caldwell's Interview with Indira Gandhi". The Spotlight (dalam bahasa American English). 2024-08-02. Diakses tanggal 2025-11-16.
  4. 4,00 4,01 4,02 4,03 4,04 4,05 4,06 4,07 4,08 4,09 "Indira Gandhi: Interviewed by Orianna Fallaci – Ilankai Tamil Sangam". sangam.org. Diakses tanggal 2025-11-16.
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 "Indira Gandhi: interviewed by Oriana Fallaci – Part 2 – Ilankai Tamil Sangam". sangam.org. Diakses tanggal 2025-11-16.
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 "Indira Gandhi interview: 'I feel I have to fight evil' - UPI Archives". UPI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-16.
  7. 7,0 7,1 Warning by Mrs. Gandhi (Published 1971) (dalam bahasa Inggris). 1971-10-19.
  8. 8,0 8,1 "What Indira Gandhi said when asked about conquering Pakistan post 1971 war". Hindustan Times (dalam bahasa Inggris). 2025-11-08. Diakses tanggal 2025-11-16.
  9. 9,0 9,1 Mrs. Gandhi's Statement (Published 1971) (dalam bahasa Inggris). 1971-12-04.