Lompat ke isi

Inaya Wulandari

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Inayah Wulandari Wahid atau Inayah Wahid merupakan putri keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Inayah Wahid merupakan pendiri Positive Movement (PM), organisasi yang bergerak di bidang sosial dan fokus pada isu tenaga kerja Indonesia (TKI)[1]. Inayah Wahid lahir pada 31 Desember 1982. Ia aktif bergerak dalam Positive Movement (PM) dan Gusdurian untuk menyuarakan permasalahan sosial terhadap Hak Asasi Manusia (HAM)[2].

  1. "Karena etika adalah soal menjaga harkat dan martabat bangsa ini"[3]
  2. "Yang penting adalah dalam hidup ini adalah menjadi lucu, karena humor bisa mendekatkan kita semua," [4] kata Inayah.
  3. "Kalau hari ini ada calon penguasa, calon pemimpin, yang ditanya soal etik lalu kemudian dia kesal dan dijawab 'ndasmu (kepalamu) etik' maka kita tahu bagaimana ia meletakkan harkat dan martabat bangsanya,"[3]
  4. "Manusia memiliki harkat dan martabat karena kesadaran etisnya dan sang Khalik telah mengamanahkan akhlak kepada kita, manusia sebagai makhluk paripurnanya," [3]
  5. “Dalam konteks Sumpah Pemuda justru perbedaan itu yang menimbulkan kekuatan, jika seragam kekuatan kita hanya satu,” [5]
  6. “Perbedaan itu tidak bisa dihapuskan, meski dalam tingkat demokrasi kita jauh dari kata ideal, kita juga bukan yang jelek banget. Setidaknya saya masih bisa berbicara dan tidak ditembak setelah ini,” [5]
  7. “Kita memang punya persoalan soal itu, sebelumnya ada yang mengkritik ditangkap, di-bully dan lain-lain. Saya dan kawan-kawan sering banget sudah ngetik di medsos lalu mau ditayangkan masih mikir-mikir lagi.”[5]
  8. “Misalnya ada kasus pemerkosaan yang tidak ditanggapi serius oleh pihak berwenang yang sempat ramai kemarin, menariknya ada solidaritas yang besar antara publik maupun jurnalis, yang artinya ada kedewasaan dalam merespon sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja,”
  9. “Dulu tahun 1928 semua pemuda tidak ada yang saling menunjuk tanggung jawab, mereka saling mengambil peran serta melakukan apa yang bisa dilakukan hingga melahirkan Sumpah Pemuda di 28 Oktober,”[5]
  10. “Misalkan kawan-kawan Gusdurian, organisasi Pemuda Muhammadiyah, pemuda Kristen, Katolik, Budha dan dari berbagai organisasi lain yang berjuang bersama di masa pandemi ini. Hanya saja peran mereka kurang nampak di media jadi tugas kita harus lebih bisa menunjukkan.”[5]
  11. “Untuk semua anak muda. Masa depan itu adalah kolaborasi dan keberagaman. Untuk mencapai itu kita perlu bekerja sama, tidak bisa memaksa satu kelompok untuk bertanggung jawab, keberagaman itu pasti ada. Tinggal kita mau jadikan problem atau sebagai kekuatan,”[5]

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Profil Inayah Wahid, Putri Keempat Gus Dur yang Gayanya Paling Nyentrik dan Suka Humor". Tribun-medan.com. Diakses tanggal 2025-12-13.
  2. "Ada Komisaris hingga Aktivis, Begini Kesibukan Empat Putri Gus Dur Saat Ini". Tempo. 2023-09-09. Diakses tanggal 2025-12-13.
  3. 3,0 3,1 3,2 antaranews.com (2023-12-17). "Inaya Wahid: Etika adalah cara menjaga harkat dan martabat bangsa". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-28.
  4. Riadi (2020-07-12). "Humor Mendekatkan Sesama Manusia, Kata Inayah Wulandari". www.ngopibareng.id. Diakses tanggal 2025-12-13.
  5. 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 "Inayah Wahid: Sejak Dulu Perbedaan Menjadi Kekuatan Indonesia". Diakses tanggal 2025-12-28.