Ilwad Elman
Ilwad Elman (lahir antara tahun 1989 dan 1990 di Mogadishu, Somalia) adalah seorang aktivis sosial yang ikut terlibat dalam mendirikan Sister Somalia, sebuah pusat krisis pemerkosaan pertama di Somalia. Pada tahun 2015, dia memberikan pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB tentang Perlindungan Warga Sipil, menjadi perwakilan masyarakat sipil pertama yang diundang, dan pertama kalinya debat tematik tahunan menekankan partisipasi perempuan. Dia membantu menyusun Agenda Aksi Pemuda dalam Menanggulangi Ekstremisme Kekerasan, yang menjadi acuan bagi Resolusi penting Dewan Keamanan PBB 2250 tentang Pemuda, Perdamaian & Keamanan.[1] Kontribusinya dalam membangun perdamaian telah dihormati dengan Penghargaan Aktivis Internasional Gleitsman dari Universitas Harvard, Hadiah Perdamaian Hessian, beberapa nominasi Hadiah Nobel Perdamaian, Gelar Doktor Kehormatan Hukum dari Universitas SOAS, dan banyak penghargaan bergengsi lainnya.[2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “I’m a fighter. I’m the kind of person that for better or worse runs towards a problem and tries to solve it even if it’s in a burning house.”[3]
- “Saya seorang pejuang. Saya tipe orang yang, baik atau buruk, berlari menghadapi masalah dan mencoba menyelesaikannya bahkan jika itu terjadi di rumah yang terbakar.”
- “So if you want to change the world, you need to first know and search within yourself with deep humility, zero egos, and profound clarity.”[3]
- “Jadi jika kamu ingin mengubah dunia, kamu perlu terlebih dahulu mengenal dan mencari di dalam dirimu dengan kerendahan hati yang mendalam, tanpa ego, dan kejelasan yang mendalam.”
- "(My parents) had a very simple recipe to building peace at the height of the conflict then, which was “drop the gun, pick up the pen,” giving young people an opportunity for education and skills training in exchange for handing in the weapons."[4]
- "(Orang tua saya) memiliki resep yang sangat sederhana untuk membangun perdamaian di puncak konflik saat itu, yaitu “letakkan senjata, ambil pena,” memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan keterampilan sebagai ganti penyerahan senjata."
- "The younger generation right now is mobilizing and organizing. We're moving away from a slacktivism if you will, where you’re just reading an article or liking a post. Young people are actually getting on the front lines now."[4]
- "Generasi muda saat ini sedang bergerak dan berorganisasi. Kita sedang menjauh dari slacktivism, jika mau disebut begitu, di mana kamu hanya membaca artikel atau menyukai sebuah postingan. Anak muda sekarang benar-benar turun ke garis depan."
- "My advice for young people that want to be part of the change that they want to see in the world, and this is something I think was also a hard lesson for me too, is that you don't always have to start your own thing. It's always possible to also support an existing initiative, being a part of something."[4]
- "Saran saya untuk para pemuda yang ingin menjadi bagian dari perubahan yang ingin mereka lihat di dunia, dan ini juga merupakan pelajaran sulit bagi saya, adalah bahwa kamu tidak selalu harus memulai sesuatu sendiri. Selalu memungkinkan juga untuk mendukung inisiatif yang sudah ada, menjadi bagian dari sesuatu."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "A Woman Of Courage And Change: Ilwad Elman, Africa's Torchbearer For Peace, Justice, And Hope" (dalam bahasa American English). 2025-09-13. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ "Ilwad Elman". World Economic Forum (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 3,0 3,1 "Changing The World According to Ilwad Elman". www.forbesafrica.com (dalam bahasa Inggris). 2021-04-08. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 4,0 4,1 4,2 "Ilwad Elman Is Using Surfing & Streetwear to Build Peace in Somalia". Highsnobiety (dalam bahasa Inggris). 2020-11-20. Diakses tanggal 2025-12-02.