Lompat ke isi

Howey Ou

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Howey Ou

Howey Ou or Ou Hongyi (Gulin, China, 2002), is a Chinese environmental activist who organises the school strike for climate in Guilin in southern China, calling for more action to limit greenhouse gas emissions by China and thus climate change. [1]

  • "I first learned about the climate crisis when I was 16." "Saya pertama kali belajar tentang krisis iklim ketika saya berusia 16 tahun."
  • "This is the biggest threat facing human civilisation and also the Earth’s ecosystem." "Ini adalah ancaman terbesar yang dihadapi peradaban manusia dan juga ekosistem bumi."
  • "We are the country with the largest population and also the highest carbon emissions, so we must take a stand and accept this responsibility." "Kami adalah negara dengan populasi terbesar dan juga emisi karbon tertinggi, jadi kami harus mengambil sikap dan menerima tanggung jawab ini."
  • "If no one else is going to do that, then I will be one of the first people to take action." "Jika tidak ada orang lain yang mau melakukannya, maka saya akan menjadi salah satu orang pertama yang mengambil tindakan."
  • "Just don’t lose hope. Everyone we meet is our friend, everyone has a heart to save the future." "Jangan pernah kehilangan harapan. Setiap orang yang kita temui adalah teman, setiap orang memiliki hati untuk menyelamatkan masa depan." [2]
  • "You can develop vaccines for Covid-19, but there is no vaccine for climate emergency." "Kita bisa mengembangkan vaksin untuk Covid-19, tetapi tidak ada vaksin untuk darurat iklim."
  • "Wherever I am, I am going to strike for climate every Fridays and not letting go of our common future." "Di mana pun saya berada, saya akan terus mogok iklim setiap hari Jumat dan tidak akan melepaskan masa depan kita bersama."
  • "After learning how urgent the problem of climate change is, I can barely afford to continue any high school courses anymore." "Setelah mengetahui betapa mendesaknya masalah perubahan iklim, saya hampir tidak sanggup lagi melanjutkan pelajaran sekolah menengah."
  • "To address this crisis, we have to create a nonviolent disobedience campaign, and use the power of social science to let more people know the urgency of this problem." "Untuk menghadapi krisis ini, kita harus menciptakan kampanye pembangkangan sipil tanpa kekerasan dan menggunakan kekuatan ilmu sosial agar lebih banyak orang memahami urgensi masalah ini."
  • "At that time, I was a seventh grade student. When I saw over 190 world leaders convene in Paris to sign an agreement, I felt it was kind of ridiculous."
  • "Saat itu saya masih duduk di kelas tujuh. Ketika saya melihat lebih dari 190 pemimpin dunia berkumpul di Paris untuk menandatangani sebuah perjanjian, saya merasa hal itu agak konyol."
  • "At first, the plastic content didn’t interest me that much. However, I felt obligated to find out more about it after leaving the library that day." "Awalnya, isu plastik tidak terlalu menarik perhatian saya. Namun setelah meninggalkan perpustakaan hari itu, saya merasa berkewajiban untuk mencari tahu lebih jauh."
  • "I realized my care for the environment was a result of my strong connection with nature, which I discovered through meditation." "Saya menyadari bahwa kepedulian saya terhadap lingkungan berasal dari hubungan saya yang kuat dengan alam, yang saya temukan melalui meditasi."
  • "I’ve always felt like nature is a warm harbor that constantly gives me power and filters all my anxiety and negative feelings." "Saya selalu merasa alam adalah pelabuhan hangat yang terus memberi saya kekuatan dan menyaring kecemasan serta perasaan negatif saya."
  • "Most people won’t bother changing their lifestyles, let alone calculating their carbon footprints." "Kebanyakan orang bahkan tidak mau repot mengubah gaya hidup mereka, apalagi menghitung jejak karbonnya.
  • "We don’t need more climate scientists, but rather more climate activists." "Kita tidak membutuhkan lebih banyak ilmuwan iklim, melainkan lebih banyak aktivis iklim." [3]
  • "“This spirit of nature is embedded in my blood and bones." "Semangat alam ini tertanam dalam darah dan tulang saya."
  • "I read a small booklet by the Chinese Vegan Association about how veganism is part of the solution to global warming. I tried a three-day diet experiment. These three days are the first time that I first practiced some big lifestyle changes about ecology in my life." "Saya membaca sebuah buku kecil dari Chinese Vegan Association tentang bagaimana veganisme menjadi bagian dari solusi pemanasan global. Saya mencoba eksperimen diet selama tiga hari. Tiga hari ini adalah pertama kalinya saya benar-benar mempraktikkan perubahan gaya hidup besar terkait ekologi dalam hidup saya."
  • "They think there is probably something wrong with me. They are just really confused, trying to persuade me to have some meat." "Mereka berpikir mungkin ada sesuatu yang salah dengan saya. Mereka benar-benar bingung dan mencoba membujuk saya untuk makan daging."
  • "I feel like, although I didn’t find anyone who will do the same as me, I’ll just continue doing this." "Saya merasa, meskipun saya tidak menemukan siapa pun yang mau melakukan hal yang sama seperti saya, saya akan tetap melanjutkan ini."
  • "They all came together this day, they really sacrificed themselves to make a change and this really inspired me." "Mereka semua berkumpul pada hari itu, benar-benar mengorbankan diri mereka untuk membuat perubahan, dan itu sangat menginspirasi saya."
  • "I actually thought, what if I do the same as her. I just don’t know how it will be possible. I feel I have this responsibility because I’m a part of this country, this nation, but it is unimaginable what will happen when I stand in front of the government to do this strike." "Saya sebenarnya berpikir, bagaimana jika saya melakukan hal yang sama seperti dia. Saya hanya tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi. Saya merasa memiliki tanggung jawab karena saya adalah bagian dari negara ini, bangsa ini, tetapi sulit membayangkan apa yang akan terjadi ketika saya berdiri di depan pemerintah untuk melakukan aksi mogok ini." [4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Howey Ou Explained". everything.explained.today. Diakses tanggal 2025-12-17.
  2. Wisniewski, Jan (2020-11-16). ""We need you to act. Join us!" - Interview With Chinese Activist Howey Ou". Digital for Good | RESET.ORG (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-17.
  3. ""Not Letting Go of Our Common Future": Meet Howey Ou, China's First School Climate Striker - RADII" (dalam bahasa American English). 2021-01-25. Diakses tanggal 2025-12-17.
  4. "Howey Ou: China's First Climate Striker 🇨🇳". Asian Environmental Youth Network (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-17.