Hindou Oumarou Ibrahim
Tampilan

Hindou Oumarou Ibrahim (1984) is an expert in the adaptation and mitigation of indigenous peoples to climate change. She is an advocate for the greater inclusion of indigenous people and their knowledge and traditions in the global movement to fight the effects of climate change. Oumarou Ibrahim received the Pritzker Emerging Environmental Genius Award and was appointed as a United Nations Sustainable Development Goals Advocate[1]. She is the Coordinator of the Association of Peul Women and Autochthonous Peoples of Chad (AFPAT) and served as the co-director of the pavilion of the World Indigenous Peoples’ Initiative and Pavilion at COP21, COP22 and COP23 [2].
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "For centuries, indigenous peoples have protected the environment, which provides them food, medicine and so much more. Now it’s time to protect their unique traditional knowledge that can bring concrete solutions to implement sustainable development goals and fight climate change." "Selama berabad-abad, masyarakat adat telah melindungi lingkungan yang menyediakan makanan, obat-obatan, dan begitu banyak hal lainnya bagi mereka. Kini saatnya melindungi pengetahuan tradisional unik mereka yang dapat menghadirkan solusi nyata untuk menerapkan tujuan pembangunan berkelanjutan dan memerangi perubahan iklim." [3]
- "The world’s indigenous peoples have been living in harmony with nature for centuries. They still sustain many of the healthiest ecosystems on Earth. It is time for all sectors of society to recognize the value of collaborative, science and traditional knowledge of indigenous peoples to solving global threats. That’s why I am excited to join WBA to help advance transformative benchmarks to ensure that businesses integrate the value of our relationship with nature into their decision making to save ourselves and the planet." "Masyarakat adat di seluruh dunia telah hidup selaras dengan alam selama berabad-abad. Hingga kini, mereka masih menjaga banyak ekosistem paling sehat di Bumi. Sudah saatnya seluruh sektor masyarakat mengakui nilai kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan pengetahuan tradisional masyarakat adat dalam menghadapi ancaman global. Itulah sebabnya saya antusias bergabung dengan WBA untuk membantu mendorong tolok ukur transformatif agar dunia usaha mengintegrasikan nilai hubungan kita dengan alam ke dalam pengambilan keputusan demi menyelamatkan diri kita sendiri dan planet ini." [4]
- "We must build the future leaders today and on a bigger scale of young women and men that care about diversity, justice, equity and environmental protection." "Kita harus membangun para pemimpin masa depan mulai hari ini, dan dalam skala yang lebih besar, dari kalangan perempuan dan laki-laki muda yang peduli pada keberagaman, keadilan, kesetaraan, dan perlindungan lingkungan."
- "You have to mitigate the food insecurity, and get the people access to the education that they want, not imposed education." "Kita harus mengurangi kerawanan pangan dan memberikan akses kepada masyarakat terhadap pendidikan yang mereka inginkan, bukan pendidikan yang dipaksakan." [5]
- "We are at the front line of climate change. When the seasons change, it changes our daily life." "Kami berada di garis terdepan perubahan iklim. Ketika musim berubah, kehidupan sehari-hari kami pun ikut berubah."
- "The younger generations, women and men, all come together and build the map, map the knowledge, map the resources and see better how they can share them." "Generasi muda, perempuan dan laki-laki, berkumpul bersama untuk menyusun peta—memetakan pengetahuan, memetakan sumber daya, dan melihat dengan lebih baik bagaimana semuanya dapat dibagikan."
- "People need to understand that we cannot talk about human rights without talking about environmental rights. We all depend on nature. We interact with our environment. That’s why, for me, I can’t protect human rights without also protecting the environment." "Masyarakat perlu memahami bahwa kita tidak bisa membicarakan hak asasi manusia tanpa membicarakan hak atas lingkungan. Kita semua bergantung pada alam. Kita berinteraksi dengan lingkungan kita. Itulah sebabnya, bagi saya, saya tidak bisa melindungi hak asasi manusia tanpa sekaligus melindungi lingkungan." [6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Hindou Oumarou Ibrahim". World Economic Forum (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ "Hindou Oumarou Ibrahim". FSC Indigenous Foundation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ "Hindou Ibrahim | UN Office for Partnerships". unpartnerships.un.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ GRRR.nl. "Hindou Oumarou Ibrahim". World Benchmarking Alliance (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ admin (2022-09-25). "Hindou Ibrahim". Alain Elkann Interviews (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ "2021 Rolex Awards for Enterprise Laureate: Hindou Oumarou Ibrahim". rolex.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.