Lompat ke isi

Helvy Tiana Rosa

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Helvy Tiana Rosa
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Commons
Commons
Wikimedia Commons memiliki media mengenai:

Helvy Tiana Rosa (lahir 2 April 1970 di Medan, Sumatera Utara) adalah seorang astrawan, penulis, akademisi, dan aktivis budaya Indonesia yang lahir di Medan pada 2 April 1970, dengan lebih dari 40-80 karya sastra termasuk puisi, cerpen, novel, drama, dan esai yang diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Inggris, Arab, dan Jepang. Dia dikenal luas sebagai pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) yang merupakan salah satu komunitas penulis muda terbesar di Indonesia, dan aktif mendampingi gerakan literasi melalui berbagai medium.[1][2]

  • "Ayo, pukul lagi, Kas! Pukul lagi! Matikan aku! Matikan!" ~ Ucap tokoh Sih di dalam cerpen berjudul Pertemuan di Taman Hening, hal. 1.[3]
  • “Aku tetap akan menulis. Bukan untuk membantumu atau keuangan kita, tapi untuk diriku sendiri. Dan kamu, Mas…, adalah inspirasiku yang tak pernah habis.” ~ Ucap tokoh Sih di dalam cerpen berjudul Pertemuan di Taman Hening, hal. 2.[3]
  • “Seorang perempuan dihargai karena banyak hal yang membuatnya hadir secara berarti dalam sebuah pentas bernama kehidupan, Sih. Ketiadaan seorang anak tak lantas membuatmu menjadi tak berarti.” ~ Ucap tokoh Lelaki di dalam cerpen berjudul Pertemuan di Taman Hening, hal. 5-6.[3]
  • "Ya, angin memang selalu menerbangkan segala, juga kenangan. Bahkan semua kenangan indah tentang diri dan keluarga. Tentang tanah airnya. Kini yang tersisa adalah kebencian dan amarah. Dendam yang membelit-belit, kabut dan tentu saja para boneka itu." ~ Lelaki Kabut dan Boneka, hal. 12-13.[3]
  • "Lalu ketika ada orang yang memberinya uang untuk membeli kepulauan di luar negeri asalkan ia membuat tanah kelahirannya menjadi api, ia tergeragap sesaat namun kemudian menganggapnya sebagai suatu tugas suci. Ya, sebuah tugas suci untuk membersihkan segala yang ada dalam negerinya dengan api. Hanya dengan api." ~ Lelaki Kabut dan Boneka, hal. 16.[3]
  • "Kau hanyalah bayangan yang menarik tari kebajikan untukku. Memahatkan senyap yang menggigil dalam kalbu…." ~ Ucap tokoh Lelaki di dalam cerpen berjudul Lelaki Kabut dan Boneka, hal. 16.[3]
  • "Tidak ada kata berhenti untuk menulis, dan menulis adalah pekerjaan mulia, karena menulis adalah kegiatan menanamkan berlian di hati para pembaca."[4]
  • "Menurut saya, peradaban suatu bangsa dilihat dari berapa banyak orang yang membaca dan menulis di negeri itu."[4]
  • "Kita membutuhkan banyak penulis untuk naskah skenario baik untuk film ataupun sinetron."[5]
  • “Sebenarnya orang yang menganggap saya ilmuwan merupakan penghargaan yang berarti, memotivasi untuk mengasah dan terus mengembangkan ilmu.”[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,0 1,1 admin (2025-12-20). "Pendiri FLP Dr. Helvy Tiana Rosa Terima Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025". Forum Lingkar Pena. Diakses tanggal 2025-12-21.
  2. Pujianto, Rizky (2025-02-05). "Dr. Helvy Tiana Rosa, M.Hum: Dari Dosen UNJ, Produser Film, Hingga Menginspirasi Dunia Sastra dan Seni". Universitas Negeri Jakarta. Diakses tanggal 2025-12-01.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 Rosa, Helvy Tiana (2008). Bukavu. PT Mizan Publika. ISBN 978-979-1367-33-2.
  4. 4,0 4,1 "Helvy Tiana Rosa". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-12-01.
  5. muda, ranu (2025-01-09). "Wawancara Bareng Helvy Tiana Rosa: Masihkah Profesi Penulis Bersinar di Saat Ini?". Solotrend (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-13.
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z