Lompat ke isi

Hayu

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Gusti Kanjeng Ratu Hayu

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu (nama asli Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita, lahir di Yogyakarta, 24 Desember 1982) adalah putri keempat Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dari Kasultanan Yogyakarta. Tahun 2012, GKR Hayu menggagas Tepas Tandha Yekti (TTY), divisi di dalam Keraton Yogyakarta yang bertanggung jawab atas bidang teknologi informasi (TI), dokumentasi, serta mengelola media sosial keraton. GKR Hayu terus berusaha membagikan informasi tentang keraton agar dapat dengan mudah diterima oleh publik. [1]

GKR Hayu juga aktif berkegiatan di luar keraton. Sejak tahun 2020, GKR Hayu bergabung dengan Gerakan Pramuka DIY dan menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Humas, Teknologi Informatika, dan Kerjasama. Pada Oktober 2025, GKR Hayu mengemban tugas sebagai Ketua Kwartir Daerah masa bakti 2025-2030. GKR Hayu juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna DIY Periode 2022-2027 dan terlibat di kepengurusan Karang Taruna tingkat Nasional.[2]

  1. Perlahan tetapi pasti, Keraton Yogyakarta (tengah melakukan) transisi ke arah sana[1] - GKR Hayu mengemukakan visinya agar kelak Sri Sultan dapat melakukan kontrol melalui sistem terintegrasi dengan data mutakhir hanya dengan menggunakan smartphone.
  2. Anak Muda Harus Bisa Mencegah Kejahatan Teknologi Ini[3] - GKR Hayu menegaskan kepada anak muda harus menggunakan teknologi secara bijak, jangan sampai terjerumus di dalam kejahatan teknologi.
  3. Ini pertama kalinya jajaran setingkat kepala dinas di lingkungan keraton diemban para perempuan. Tantangannya nyata, tetapi kami tidak harus berpura-pura menjadi laki-laki untuk memenuhi ekspektasi kinerja[4] - GKR Hayu menegaskan bahwa perempuan tidak perlu menjadi laki-laki untuk mencapai kinerja kepemimpinan yang setara.
  4. Jika ada yang menolak keputusan untuk memberi ruang kepemimpinan bagi perempuan, kami persilakan memilih jalan lain. Keputusan sudah diambil, dan kami bekerja sebaik-baiknya. [4]
  5. Modernisasi bukan westernisasi. Jangan hanya sekedar canggih atau bagus dilihat, tapi justru melupakan unsur atau pakem tadi. Yang paling penting itu isinya dari budaya[5] - GKR Hayu berharap generasi muda terus mengembangkan rasa ingin tahu, belajar lebih kritis , dan terus melestarikan budaya.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,0 1,1 crew, kraton. "Gusti Kanjeng Ratu Hayu, Menjaga Tradisi dengan Teknologi". kratonjogja.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-05.
  2. Choirise-PusbangJusinfo (2025-10-29). "Profil Kak GKR Hayu, Ketua Kwarda DIY Masa Bakti 2025-2030". Pramuka DIY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-05.
  3. Choirise-PusbangJusinfo (2025-11-15). "Inilah Pesan dan Harapan Kak GKR Hayu kepada Peserta Festival Kebangsaan 2025 Kwarcab Sleman". Pramuka DIY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-05.
  4. 4,0 4,1 "InfoPublik - Dari Panggung Adat ke Ruang Digital: Strategi GKR Hayu Melestarikan Budaya". infopublik.id. Diakses tanggal 2025-12-05.
  5. "Pesan GKR Hayu soal Budaya pada UAJY: Modernisasi Bukan Westernisasi". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-05.