Lompat ke isi

Halimah Alaydrus

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Halimah Alaydrus adalah seorang pendakwah wanita berkebangsaan Indonesia kelahiran Indramayu, Jawa Barat tahun 1979, sejak kecil ia memutuskan untuk mempelajari ilmu agama di beberapa pesantren daripada menyelesaikan pendidikan formalnya.[1]

  • "Allah menaruhmu di tempatmu yang sekarang bukan karena kebetulan, tapi Allah telah menentukan jalan terbaik untukmu."[2]
  • "Diri ini tak harus selalu berbahagia, cukup dengan berusaha menerima keadaan sepenuh hati."[2]
  • "Jangan hilangkan keindahan hidupmu, dengan ketidakmampuanmu dalam mensyukurinya."[2]
  • "Manusia yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Tetapi mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata."[2]
  • "Kamu akan lelah jika dalam hidup ini terus berusaha memiliki yang tidak pernah tertulis menjadi milikmu."[2]
  • "Janganlah membela mati-matian sesuatu yang tidak kamu bawa mati."[2]
  • "Bagian penting dalam memperbaiki diri adalah pergaulan. Tinggalkan teman yang berpengaruh buruk bagimu. Dan jangan takut kesepian."[2]
  • "Baik buruknya seseorang adanya di kepalamu, jika pikiran dan batinmu bersih, kamu akan melihat kebaikan seseorang."[2]
  • "Dek ... jangan simpan di memori yang bagimu sangat berarti, memori mudah terhapus lalu ingatan akan pupus. Simpanlah di hati, sebab hati tak akan lupa siapa yang dia cinta."[3]
  • "Ada banyak hal, layak membuatmu bersyukur. Jangan biarkan diri tenggelam dalam kegalauan karena sedikit hal yang membuatmu bersedih."[3]
  • "Pilihlah jalan taat kepada Allah dan tinggalkanlah dosa. Di jalan inilah Allah karuniakan ketenangan bukan hanya kesenangan."[3]
  • "Dek... besi yang kuat tak akan dihancurkan kecuali oleh karatnya sendiri, demikian juga denganmu. Tak ada yang dapat merusakmu lebih dari dirimu sendiri. Maka, belajarlah menjadi satpam yang baik untuk pikiranmu, untuk hatimu. jangan biarkan masuk selain hal yang dapat menaikkan nilaimu. Camkan itu ... !"[3]
  • "Dek...belajarlah mencintai Nabi Muhammad, dengarkan kisah indahnya, gemarilah bersholawat padanya. Percayalah ...! Mencintainya tak pernah merugi, menyayanginya membahagiakan hati. Rindu padanya kelak dibayar dengan temu."[3]
  • "Telah kupilih jalan cinta, kujalani meski tertatih, kuselusuri meski terkadang berduri untukmu, kekasih hati."[3]
  • "Aku tak suka berlebihan dalam rasa termasuk cinta namun kepadamu aku rela tergila-gila."[3]
  • "Pastikan langkah hidupmu sudah mengarah ke surga dan menjauhi neraka. Jika kiranya belum, segeralah putar arah."[3]
  • "Jangan kebanyakan menebak akhir cerita membuatmu tidak menikmati proses menjalaninya."
  • "Untuk aneka semoga kamu perlu doa, kepada semua sesama kamu perlu cinta, atas segala duka kamu perlu rela."[3]
  • "Kita bahkan tidak bisa mencegah sehelai rambut kita untuk beruban. Tak bisa menghalangi satu gigi kita untuk tanggal. Kita tidak bisa menjadi pengendali terhadap diri kita sendiri, bagaimana mungkin kita bisa mengendalikan orang lain? Berhentilah mengupayakan itu, agar tak lelah hidupmu."[3]
  • "Telah kupilih jalan cinta untuk kutempuh, bersimbah air mata, menanti temu dalam patah hati menanggung rindu."[3]
  • "Sahabat yang baik berbagi semua rasa bukan hanya tawa. Mereka tidak melarangmu bermain hujan, tetapi menemanimu hingga reda."[3]
  • "Berharap kepada manusia, sesaat sesuai harapan, di kali yang lain dikecewakan. Berharap kepada Allah tak kan pernah kecewa, dia tahu yang terbaik bagi setiap hamba, dia merengkuh doa lalu mengijabah pada waktu yang paling tepat."[3]
  • "Hidup ini satu paket ada senang ada susahnya ada manis ada pahitnya ada bangga ada kecewanya, terima hidup dengan semua isinya."[3]
  • “Ketika cinta manusia berpaling darimu, itu adalah cara Allah untuk mengenalkan kepadamu cinta-Nya yang utuh.”[4]
  • “Semakin wanita menjaga jarak dengan laki-laki yang bukan mahramnya, semakin mulialah dia di sisi Allah.”[4]
  • “Nanti ada waktunya yang kau anggap istimewa hari ini ternyata biasa saja. Yang kau kira selalu bersama, ternyata pergi juga. Yang kau pikir akan selamanya ternyata hanya sementara. Karenanya berulang kali kubilang, selain kepada Allah dan Rasul-Nya, rasa hatimu, biasa-biasa sajalah.”[4]
  • “Sepi itu bukan sewaktu dirimu sendirian, tapi kesepian itu ketika Allah tidak lagi ada di hatimu.”[4]
  • “Saat jalanmu terasa buntu, doa adalah pilihan terbaik membuka pintu. Saat merasa tidak punya apa-apa, iman adalah harta terindah yang kamu punya.”[4]
  • “Indah bagimu belum tentu sebenarnya begitu. Buruk menurutmu, aslinya belum tentu. Jangan andalkan pikiranmu, andalkan saja penilaian Allah dan jika kamu tidak tahu, tetaplah berbaik sangka.”[4]
  • “Jangan sedih, jangan galau, semua ada waktunya. Jika doamu belum diijabah, Allah sedang mempersiapkan yang lebih baik pada waktu yang tepat. Jika sekarang kamu dalam kondisi susah, kamu sedang ditempa menuju keadaan yang indah.”[4]

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Liputan6.com (2022-10-18). "Mengenal Ustadzah Halimah Alaydrus yang Ramai Dibicarakan di TikTok". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-11-24. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 2,7 Aini, Ilma (2024-09-19). "5 Nasihat Bijak Ustazah Halimah Alaydrus Jalani Kehidupan". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-24.
  3. 3,00 3,01 3,02 3,03 3,04 3,05 3,06 3,07 3,08 3,09 3,10 3,11 3,12 3,13 "15 Quotes Ustadzah Halimah Alaydrus yang Menyejukkan Diri dan Hati". kumparan. Diakses tanggal 2025-11-24.
  4. 4,0 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 4,6 Halimah, Nova Nur. "Kehidupanmu Terasa Berat? Simak 15 Quotes Ustadzah Halimah Alaydrus Sebagai Penenang Hati dan Penyejuk Jiwamu - Gen Muslim". Kehidupanmu Terasa Berat? Simak 15 Quotes Ustadzah Halimah Alaydrus Sebagai Penenang Hati dan Penyejuk Jiwamu - Gen Muslim. Diakses tanggal 2025-11-24.
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: