Hafsah Faizal
Tampilan

Hafsah Faizal adalah penulis Amerika dan Muslim keturunan Sri Lanka dan Arab. Ia lahir di Florida, dibesarkan di California, dan merupakan putri dari orang tua imigran asal Sri Lanka. Ia dikenal lewat novel fantasi remaja We Hunt the Flame, yang menjadi New York Times best-seller.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Fantasy gives me greater creative expression compared to historical fiction that presents boundaries due to the reality of the events that choreograph history."
- "Fantasi memberi saya kebebasan ekspresi kreatif yang lebih besar dibandingkan fiksi sejarah, yang memiliki batasan akibat realitas dari peristiwa-peristiwa sejarah."
- "I find that world-building helps plotting and increases the complexity of a novel. From the names of the characters to figuring out how trash is disposed in the world you have created, all of these are important to me. The better you know your world, the easier time you will have writing."
- "Saya merasa bahwa membangun dunia (world-building) membantu dalam penyusunan alur dan meningkatkan kompleksitas sebuah novel. Mulai dari penamaan tokoh hingga cara sampah dibuang di dunia yang Anda ciptakan, semuanya penting bagi saya. Semakin baik Anda mengenal dunia yang Anda buat, semakin mudah proses menulisnya."
- "The confidence you have in your world will be echoed in the flow of the story you are telling."[2]
- "Keyakinan yang Anda miliki terhadap dunia tersebut akan tercermin dalam alur cerita yang Anda sampaikan."
- "I wanted my book to be inspired by Ancient Arabia, so that it could feel like home to people who are familiar with the region. And then it could also be an introduction for people who aren't."
- "Saya ingin buku saya terinspirasi dari Arab kuno, agar bisa terasa seperti rumah bagi orang-orang yang mengenal wilayah tersebut, sekaligus menjadi pengantar bagi mereka yang belum familiar.
- "When I started my design business was to show other young Muslims and other young people that we don't have to sacrifice our identities and our religion just to succeed in a world that may be a bit different from what you are."[3]
- "Ketika saya memulai bisnis desain saya, tujuan saya adalah menunjukkan kepada para pemuda Muslim dan generasi muda lainnya bahwa kita tidak perlu mengorbankan identitas maupun agama hanya untuk berhasil di dunia yang mungkin sedikit berbeda dari apa yang kita kenal."
- "I write to inspire, to prove that you can succeed in an industry where you aren’t the norm, if only you set your mind to it."
- "Saya menulis untuk menginspirasi, untuk membuktikan bahwa Anda bisa berhasil dalam industri di mana Anda bukanlah norma, asalkan Anda menaruh tekad dan usaha."
- "Take this one step at a time! You are more capable than you believe yourself to be. Do your research and take your time. If this one manuscript doesn’t catch an agent’s interest, don’t fret! Keep at it. Perseverance is a key requirement in this industry."[4]
- "Lakukan ini selangkah demi selangkah! Anda lebih mampu daripada yang Anda kira. Lakukan riset dan jangan terburu-buru. Jika naskah ini tidak menarik perhatian agen, jangan khawatir! Teruslah mencoba. Ketekunan adalah syarat utama dalam industri ini."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Review Novel We Hunt the Flame: Memburu Api Karya Hafsah Faizal". Best Seller Gramedia. 2024-06-21. Diakses tanggal 2025-12-18.
- ↑ Hershberger, Katy. "First Flames: An Interview Between Debut Authors Hafsah Faizal and Nafiza Azad". School Library Journal. Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ "Hafsah Faizal's Debut Novel 'We Hunt The Flame' Paints a Rich New Fantasy". Audible Blog (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ "Best-selling author Hafsah Faizal chats about We Free the Stars, upcoming projects, and writing fiction". Culturess (dalam bahasa American English). 2021-01-19. Diakses tanggal 2025-12-19.