Greysia Polii
Tampilan
Greysia Polii (Indonesia: [ˈgrɛjsja poˈliʔi];), lahir tanggal 11 Agustus 1987; merupakan mantan pemain bulu tangkis Indonesia pada nomor ganda putri. Ia putri dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi. Ia mulai bergabung di tim Piala Uber Indonesia sejak tahun 2004 dan juga tahun 2008.
Pada Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo, Jepang, Greysia dan Apriyani Rahayu memenangkan nomor ganda putri. Ia dan Apriyani menjadi atlet putri asal Indonesia ketiga dan keempat yang memenangkan medali emas dalam ajang Olimpiade setelah Susi Susanti pada 1992 dan Lilyana Natsir pada 2016. Greysia juga menjadi peraih medali emas bulu tangkis putri tertua pada ajang Olimpiade, dengan usia 33 tahun dan 356 hari.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Save the best for last, we'll see."[2]
- "Mungkin kita belum sampai seperti negara-negara maju seperti negara lain China dan Amerika, tapi kita sedang proses ke sana bahwa cabor harus di-support. Dulu pernah ada panahan tapi setelah itu tak ada, sekarang tidak hanya bulutangkis, ada angkat besi, panjat tebing ya itu yang bikin tambah semangat, awareness juga, bahwa atlet cabor lain juga bisa berprestasi,"[3]
- "Tak ada kata terlambat kan semua berproses. Itu kan menuju Indonesia emas 2045,"[3]
- "Aminin dulu (dapat emas) karena olimpiade tak diduga banget. Masyarakat Indonesia tolong doakan dan beri afirmasi-afirmasi positif buat atlet-atlet olimpiade di Paris, Juli ini,"[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Greysia Polii. 2025-09-09.
- ↑ Damanik, Margith Juita (2021-08-02). "Cuitan Lawas Bak Ramalan Greysia Polii yang Viral". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 Raya, Mercy. "Kata Greysia Polii Soal Bulutangkis Kerap Jadi Cabor Andalan di Olimpiade". detiksport. Diakses tanggal 2025-11-19.