Lompat ke isi

Greta Thunberg

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Greta Thunberg (lahir 3 Januari 2003) adalah aktivis lingkungan asal Swedia yang aktif mengampanyekan isu-isu terkait pemanasan global dan perubahan iklim. Dia menjadi lembicara di berbagai forum, contohnya di TEDxStockholm (Desember 2018), Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pada (Januari 2019) and Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.[1]

  1. "Being different is a gift. If I would've been like everyone else, I wouldn't have started this school strike."[2]
    • "Menjadi berbeda adalah sebuah anugerah. Jika saya seperti orang lain pada umumnya, saya tidak akan memulai pemogokan sekolah ini."
  2. “Given the right circumstances, being different is a superpower.”[3][4][5]
    • “Dengan keadaan yang tepat, menjadi berbeda adalah kekuatan super.”
  3. “You don’t have to listen to us, but you have to listen to science. And that is all we ask, to unite behind the science.”[6]
    • “Kamu tidak harus mendengarkan kami, tetapi kamu harus mendengarkan ilmu pengetahuan. Dan itu saja yang kami minta, untuk bersatu di belakang ilmu pengetahuan.”
  4. “Adults keep saying we owe it to the young people to give them hope. But I don’t want your hope, I don’t want you to be hopeful. I want you to panic, I want you to feel the fear I feel every day. And then I want you to act, I want you to act as if you would in a crisis. I want you to act as if the house was on fire, because it is.”[6]
    • “Orang dewasa terus mengatakan bahwa kita berutang kepada generasi muda untuk memberi mereka harapan. Tapi aku tidak ingin harapanmu, aku tidak ingin kamu merasa penuh harapan. Aku ingin kamu panik, aku ingin kamu merasakan ketakutan yang aku rasakan setiap hari. Dan kemudian aku ingin kamu bertindak, aku ingin kamu bertindak seolah-olah dalam krisis. Aku ingin kamu bertindak seolah-olah rumah sedang terbakar, karena memang begitu.”
  5. “... To me, almost everything is black or white. There are no grey areas when it comes to survival. Either we go on as a civilisation, or we don’t. We have to change.”[6]
    • “... Bagi saya, hampir semuanya hitam atau putih. Tidak ada area abu-abu ketika berbicara tentang kelangsungan hidup. Kita harus bertahan sebagai peradaban, atau tidak. Kita harus berubah.”
  6. “I will instead let them know change is coming whether they like it or not.”[3]
    • “Sebaliknya, aku akan memberi tahu mereka bahwa perubahan (lingkungan karena emisi) akan datang, suka ataupun tidak.”
  7. “I think the world need a lot more young angry women.”[7]
    • “Saya pikir dunia membutuhkan lebih banyak wanita muda yang marah.”
  8. “Our house is on fire. I am here to say, our house is on fire.”[8]
    • “Rumah kita sedang terbakar. Saya di sini untuk mengatakan, rumah kita sedang terbakar.”
  9. “We can no longer let the people in power decide what is politically possible. We can no longer let the people in power decide what hope is. Hope is not passive. Hope is not blah, blah, blah. Hope is telling the truth. Hope is taking action. And hope always comes from the people.”[8]
    • “Kita tidak bisa lagi membiarkan orang-orang yang berkuasa memutuskan apa yang secara politik mungkin. Kita tidak bisa lagi membiarkan orang-orang yang berkuasa menentukan apa itu harapan. Harapan bukanlah hal yang pasif. Harapan bukan omong kosong. Harapan adalah mengatakan yang sebenarnya. Harapan adalah mengambil tindakan. Dan harapan selalu berasal dari rakyat.”
  10. "Build back better. Blah, blah, blah. Green economy. Blah blah blah. Net zero by 2050. Blah, blah, blah. This is all we hear from our so-called leaders. Words that sound great but so far have not led to action. Our hopes and ambitions drown in their empty promises.”[8]
    • "Bangun kembali dengan lebih baik. Bla, bla, bla. Ekonomi hijau. Bla bla bla. Nol emisi bersih pada 2050. Bla, bla, bla. Itulah yang selalu kita dengar dari para pemimpin kita yang disebut-sebut. Kata-kata yang terdengar hebat tetapi sejauh ini belum menghasilkan tindakan. Harapan dan ambisi kita tenggelam dalam janji-janji kosong mereka."
  11. “You lied to us. You gave us false hope. You told us that the future was something to look forward to. And the saddest thing is that most children are not even aware of the fate that awaits us. We will not understand it until it’s too late. And yet we are the lucky ones. Those who will be affected the hardest are already suffering the consequences. But their voices are not heard.”[8]
    • “Kamu berbohong kepada kami. Kamu memberikan harapan palsu. Kamu memberitahu kami bahwa masa depan adalah sesuatu yang layak dinantikan. Dan hal yang paling menyedihkan adalah kebanyakan anak-anak bahkan tidak menyadari nasib yang menanti kita. Kita tidak akan memahaminya sampai terlambat. Dan tetap saja, kita adalah yang beruntung. Mereka yang akan paling terdampak sudah menderita akibatnya. Tapi suara mereka tidak terdengar.”
  12. "We showed that we are united and that we, young people, are unstoppable."[9]
    • Kami menunjukkan bahwa kami bersatu dan bahwa kami, para pemuda, tidak bisa dihentikan.
  13. "We are striking because we have done our homework, and they have not."[9]
    • "Kami mogok karena kami telah melakukan pekerjaan kami dengan matang, sedangkan mereka (pemerintah) tidak."
  14. "The moment we decide to fulfil something, we can do anything."[9]
    • "Saat kita memutuskan untuk mewujudkan sesuatu, kita bisa melakukan apa saja."
  15. "I have learned you are never too small to make a difference."[10]
    • "Saya telah belajar bahwa Anda tidak pernah terlalu kecil untuk membuat perbedaan."
  16. “You must take action. You must do the impossible. Because giving up is never an option.”[10]
    • “Kamu harus bertindak. Kamu harus melakukan hal yang mustahil. Karena menyerah tidak pernah menjadi pilihan.”
  17. "When haters go after your looks and differences, it means they have nowhere left to go. And then you know you're winning!"[10]
    • "Ketika pembenci menyerang penampilan dan perbedaanmu, itu berarti mereka tidak punya arah lagi. Dan saat itulah kamu tahu kamu sedang menang!"
  18. “We deem the risk of silence and the risk of inaction to be so much more deadly than this (climate) mission”.[11]
    • “Kami menganggap risiko diam dan risiko tidak bertindak jauh lebih berbahaya daripada misi (iklim) ini”.
  19. "To all of you who choose to look the other way every day because you seem more frightened of the changes that can prevent catastrophic climate change than the catastrophic climate change itself. Your silence is almost worst of all."[12]
    • "Untuk kalian semua yang memilih untuk menutup mata setiap hari karena tampaknya lebih takut akan perubahan yang dapat mencegah perubahan iklim yang katastrofik daripada perubahan iklim yang katastrofik itu sendiri. Kesunyian kalian hampir menjadi yang terburuk dari semuanya."
  20. "And what is the point of learning facts within the school system when the most important facts given by the finest science of that same school system clearly mean nothing to our politicians and our society?."[12]
    • "Dan apa gunanya mempelajari fakta-fakta di dalam sistem sekolah jika fakta-fakta terpenting yang diberikan oleh ilmu pengetahuan terbaik dari sistem sekolah yang sama jelas tidak berarti apa-apa bagi para politikus dan masyarakat kita?."
  21. "We children are doing this to wake the adults up. We children are doing this for you to put your differences aside and start acting as you would in a crisis. We children are doing this because we want our hopes and dreams back."[13]
    • "Kami anak-anak melakukan ini untuk membangunkan para orang dewasa. Kami anak-anak melakukan ini agar kalian bisa menyisihkan perbedaan dan mulai bertindak seperti yang seharusnya dilakukan saat krisis. Kami anak-anak melakukan ini karena kami ingin harapan dan mimpi kami kembali."
  22. "Once you fully realise the situation then you will know what to do. And then spread that information to others. Then there are lots of things you can do in your everyday life. Going vegan, stop flying and have shop-stop for instance. Of course we need a system change. But I believe that you cannot have system change without individual change."[14]
    • "Begitu Anda benar-benar menyadari situasinya, maka Anda akan tahu apa yang harus dilakukan. Dan kemudian sebarkan informasi itu kepada orang lain. Lalu ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi vegan, berhenti terbang, dan misalnya berhenti berbelanja. Tentu saja kita membutuhkan perubahan sistem. Tapi saya percaya bahwa Anda tidak bisa mendapatkan perubahan sistem tanpa perubahan individu."
  23. "I'm telling you there is hope. I have seen it, but it does not come from the governments or corporations. It comes from the people."[14]
    • "Aku memberitahumu bahwa ada harapan. Aku telah melihatnya, tapi harapan itu tidak datang dari pemerintah atau perusahaan. Harapan itu datang dari rakyat."
  24. "My message to all the activists is to just keep going, and I know it really may seem impossible and hopeless sometimes - it always does - so you just have to keep going because if you try hard enough and long enough you will make a difference."[14]
    • "Pesan saya untuk semua aktivis adalah teruslah maju, dan saya tahu terkadang hal itu memang terlihat mustahil dan tanpa harapan - selalu begitu - jadi kalian hanya perlu terus maju karena jika kalian berusaha cukup keras dan cukup lama, kalian akan membuat perbedaan."
  25. "To do your best is no longer good enough. We now have to do the seemingly impossible."[14]
    • "Memberikan yang terbaik saja tidak lagi cukup. Kini kita harus melakukan hal yang tampaknya mustahil."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Greta Thunberg".
  2. Greta Thunberg: Who is the climate activist and what has she achieved?. 2019-11-29. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 3,0 3,1 Guidelines, Claudia Harmata Claudia Harmata Claudia Harmata is a former news writer/reporter at PEOPLE She left PEOPLE in 2021 People Editorial. "All About Greta Thunberg, the Young Activist Who Sparked a Global Movement at 15 Years Old". People.com. Diakses tanggal 2025-11-19. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  4. "What was Greta Thunberg diagnosed with? | Britannica". www.britannica.com. 2025-10-02. Diakses tanggal 2025-11-19.
  5. Sherwood, Steffane (2024-09-06). "50 Facts About Greta Thunberg". Facts.net. Diakses tanggal 2025-11-19.
  6. 6,0 6,1 6,2 "Greta Thunberg". Right Livelihood. Diakses tanggal 2025-11-19.
  7. Hazboun, -Areej; Hazboun, Associated Press Areej; Press, Associated (2025-06-10). "Israel deports Greta Thunberg after seizing of Gaza-bound ship". PBS News. Diakses tanggal 2025-11-19.
  8. 8,0 8,1 8,2 8,3 Lai, Olivia (2022-01-13). "18 Powerful Greta Thunberg Quotes to Inspire Climate Action". Earth.Org. Diakses tanggal 2025-11-19.
  9. 9,0 9,1 9,2 Greta Thunberg quotes: 10 famous lines from teen activist. 2019-09-25. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. 10,0 10,1 10,2 "10 Powerful Greta Thunberg Quotes". Biography. 2021-03-10. Diakses tanggal 2025-11-19.
  11. "Greta Thunberg Speaks from Aid Ship Heading to Gaza Despite Israeli Threats: "My Moral Obligation"". Democracy Now!. Diakses tanggal 2025-11-19.
  12. 12,0 12,1 trvst (2025-03-21). "22 Greta Thunberg Quotes Advancing Climate Justice". TRVST (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-30.
  13. "Greta Thunberg Quote: "We children are doing this to wake the adults up. We children are doing this for you to put your differences aside and..."". quotefancy.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-30.
  14. 14,0 14,1 14,2 14,3 "32 Greta Thunberg Quotes To Inspire Climate Action". Good Good Good (dalam bahasa Inggris). 2023-05-25. Diakses tanggal 2025-11-30.