Lompat ke isi

Gisèle Pelicot

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Gisèle Pelicot pada 2024

Gisèle Pelicot (lahir 7 Desember 1952) adalah perempuan penyintas kekerasan seksual di Prancis. Ia menjadi korban kasus pemerkosaan di Mazan, sebuah komune (kota kecil) di Prancis. Sejak 2011 hingga 2020, suaminya saat itu, Dominique Pelicot, memberinya obat bius dan memperkosanya secara diam-diam. Dominique juga mengundang setidaknya 83 pria yang sebagian besar dihubungi melalui situs web yang tidak dimoderasi untuk memperkosa Gisèle yang berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Gisèle baru menyadari menjadi korban pada 2020, ketika Dominique Pelicot ditangkap karena memperkosa perempuan di sebuah supermarket lokal dan penelusuran polisi terhadap peralatan komputernya mengungkap gambar-gambar Gisèle sedang diperkosa. Perjuangannya untuk mendapatkan keadilan dipandang telah menginspirasi para perempuan penyintas kekerasan seksual di seluruh dunia[1] dan ia kini menjadi salah satu ikon feminisme.[2]

  • I wanted all woman victims of rape – not just when they have been drugged, rape exists at all levels – I want those women to say: Mrs Pelicot did it, we can do it too. When you’re raped there is shame, and it’s not for us to have shame, it’s for them.”[1]
    • Saya ingin semua perempuan korban pemerkosaan – bukan hanya ketika mereka dibius, pemerkosaan terjadi di semua tingkatan – saya ingin para perempuan itu berkata: Bu Pelicot telah melakukannya, maka kita juga bisa. Ketika kamu diperkosa, ada rasa malu, dan bukan kita yang seharusnya malu, melainkan mereka (para pelaku).
  • We have to progress on rape culture in society … People should learn the definition of rape.”[1]
    • Kita harus maju dalam mengatasi budaya pemerkosaan di masyarakat … Orang-orang harus belajar tentang definisi pemerkosaan.
  • I now have faith in our capacity to collectively take hold of a future in which everybody, women, men, can live together in harmony, in respect and mutual understanding.”[3]
    • “Saya kini yakin akan kemampuan kita bersama untuk bersama-sama meraih masa depan di mana semua orang, baik perempuan maupun laki-laki, dapat hidup bersama secara harmonis, saling menghormati, dan saling memahami.”

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,0 1,1 1,2 Chrisafis, Angelique (23 Oktober 2024). "Gisèle Pelicot tells mass rape trial 'it's not for us to have shame – it's for them'". The Guardian. Diakses tanggal 2025-12-05.
  2. Gozzi, Laura (4 Oktober 2025). "Gisèle Pelicot returns to court after trial made her an icon - and tore her family apart". BBC. Diakses tanggal 2025-12-05.
  3. "Gisele Pelicot: A look back at the trial which shook the world". We are Hour Glass. Diakses tanggal 2025-12-05.