Lompat ke isi

GKR Bendara

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Gusti Kanjeng Ratu Bendara

GKR Bendara (lahir 18 September 1986, dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni) adalah anak bungsu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas. Tahun 2009, GKR Bendara mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil lolos sebagai finalis 10 besar di ajang Miss Indonesia. Tahun 2011, secara resmi menjabat sebagai Penghageng Nityabudaya, divisi keraton yang berwenang atas museum dan kearsipan.[1]

GKR Bendara juga menjabat sebagai Wakil Ketua 3 KONI, mengurusi usaha kecil menengah di bawah naungan BKKBN serta usaha menengah-besar di bawah ICSB. Menjadi ketua PUTRI (Perhimpunan Pengusaha Taman Rekreasi Indonesia) dan duduk dalam Dewan Pertimbangan Tourism Board.[2]

  1. Misalnya wisatawan datang tanpa membawa sampah yang luar biasa, jadi lebih pada quality tourism, lebih pada green tourism, responsible, sustainable tourism, ini sedang kami dorong[3] - ungkap GKR Bendara mengenai konsep pariwisata yang berkualitas.
  2. Untuk generasi Z milenial ini yang penting, karena dia lahir di teknologi, bagaimana melakukan tetapi sebisa mungkin cerminkan budaya kita untuk mendorong pariwisata Jogja lebih responsible tourism[3] - pesan GKR Bendara kepada generasi Z untuk lebih memahami budaya dalam upaya mendorong pariwisata.
  3. Jangan pernah menggunakan batik parang atau kawung di lantai atau di sepatu. Apresiasilah batik sebagai master piece art jangan sebagai semacam tekstil atau motif saja, tetapi batik adalah master piece art [3] - GKR Bendara mengingatkan pentingnya pemahaman dalam penggunaan batik.
  4. Berkreasilah tetapi tetap dalam ranah budaya harus dijaga, jangan sampai kreativitas kebablasan, misalnya ada gambar Gurda tetapi dibikin kebalik, begitu ditegur bilangnya kreativitas. Boleh berkreasi jangan memperlakukan batik seperti motif yang lain karena generasi Z adalah masa depan kita, sebisa mungkin membawa nama baik Jogja dorong budaya kita bisa sampai ke luar negeri.[3]
  5. Semua yang dilakukan oleh leluhur kita tentu ada makna di dalamnya. Ini yang perlu kita lestarikan, ini juga yang dapat menjadi titik pembeda kita dengan negara lain.[4]
  6. Motif geometris seperti semen itu menggambarkan bumi dan gunung, serta flora dan fauna. Tetapi motif di Keraton Yogyakarta lebih banyak dengan motif- motif binatang seperti naga. Perbedaan antara manuskrip-manuskrip yang ada di dalam Keraton banyak dihiasi oleh binatang-binatang. Sedangkan manuskrip dari Puro Pakualaman itu lebih banyak dihiasi dengan bunga-bunga dan tumbuhan. Jadi walaupun di dalam Yogyakarta sendiri, ada 2 perbedaan jelas antara Pakualaman dan Keraton Yogyakarta.[5]
  7. Jangan ada lagi penyalahgunaan motif [batik] di sembarang tempat, apalagi motifnya batik tetapi ternyata printing. Ini juga harus kita harus lawan. Bagaimana perkembangan zaman jangan mengurangi kebudayaan kita, bagaimana perkembangan zaman harus semakin men-support atau menyuarakan kebudayaan kita ke dunia luar lainnya[5] - pesan GKR Bendara untuk memahami motif batik sebagai budaya.
  8. Saat ini kita selalu menanyakan ke generasi muda tentang budaya Jawa, mereka mengatakan ‘budaya Jawa itu kuno’. Seringnya seperti itu. Mereka mengatakan ‘budaya Korea itu lebih kekinian’. Sebenarnya, sebuah budaya itu tidak ada yang kuno, hanya saja packaging-nya yang kuno, bukan budayanya. [5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Lantiva, Meitika Candra. "Mengenal GKR Bendara: Putri Sultan HB X Raja Keraton Yogyakarta dengan Visi Modern - Radar Jogja". Mengenal GKR Bendara: Putri Sultan HB X Raja Keraton Yogyakarta dengan Visi Modern - Radar Jogja. Diakses tanggal 2025-12-01.
  2. crew, kraton. "GKR Bendara, Sosok Pembaharu Wisata Budaya Keraton Yogyakarta". kratonjogja.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-01.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 Media, Harian Jogja Digital. "Pesan GKR Bendara untuk Generasi Z: Jangan Gunakan Batik Parang di Lantai". Harianjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-01.
  4. _admin (2021-07-31). "GKR Bendara: 1.000 Hari Pertama Kehidupan Momentum Siapkan Generasi Emas". Lembaga Dakwah Islam Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-01.
  5. 5,0 5,1 5,2 Rajendra (2021-09-29). "Hargai Batik, GKR Bendara: Jangan Lagi Ada Yang Pasang Motief Kawung dan Parang di Toilet!". joss.co.id. Diakses tanggal 2025-12-01.