Fery Farhati
Tampilan

Fery Farhati Ganis lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 6 Agustus 1971. Setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1996, Fery menikah dengan Anies Baswedan, gubernur Jakarta periode 2017-2022. Pada 11 Mei 1996, Fery dan Anies menikah dan dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak, yaitu seorang putri bernama Mutiara Annisa Baswedan dan tiga putra bernama Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, serta Ismail Hakim Baswedan.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Trial and error (dalam mendidik anak) itu kan capek, ya. Tapi kalau (orangtua) ada pengetahuannya, maka setengah beban itu sudah teratasi.[2]
- Memberi pengertian kepada anak bahwa ada yang lebih besar darinya, ada yang jauh lebih mencintai dari orangtuanya, yaitu Allah Swt.[2]
- Tidak ada yang namanya cinta itu kelebihan, nanti anaknya manja[3].
- Orang tua yang menjaga sikap positif tentang pendidikan lebih cenderung memberikan pandangan cerah itu kepada anak dan sebisa mungkin komunikasi kita dengan anak juga harus baik agar tidak ada miskomunikasi tentang pentingnya pendidikan dan apa saja yang harus dilakukan dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagi murid.[4]
- Jadi, al ummu madrasatul ula itu dimulai sejak remaja, di mana ibu mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua yang sehat, memiliki pengetahuan, cerdas, dan akhirnya melahirkan anak-anak yang sehat serta cerdas seperti ibunya.[5]
- Seorang ibu perlu mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental, sejak masa remaja dan sebelum menikah. Dengan demikian, hal itu berpotensi melahirkan generasi yang berkualitas.[5]
- Seorang ibu harus memiliki ilmu pengetahuan untuk mendidik anak-anaknya agar bisa menuntun anak menjadi lebih baik setiap waktu selama proses tumbuh kembang.[5]
- Menjadi seorang ibu harus menjadi ibu yang cerdas dengan memiliki pengetahuan yang cukup untuk mendidik anak. Jadi, untuk itu harus mempunyai gelar, bukan dalam arti gelar strata 1 (S1), tetapi gelar ibu yang siap untuk membesarkan anaknya.[5]
- Seorang ibu juga harus mau untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menjadi panutan bagi anak dengan memberikan contoh aktif pada kegiatan-kegiatan positif.[5]
- Sebagai seorang ibu, perempuan harus bergerak aktif melakukan hal-hal positif supaya bisa ditiru oleh anaknya.[5]
- Perempuan juga perlu menjadi penggerak di lingkungan sekitar, sehingga mampu beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.[5]
- Orang tua harus memastikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.[5]
- makna al ummu madrasatul ula dapat diperluas, sehingga bukan lagi sekadar peran ibu sebagai guru di rumah, tetapi juga sebagai model atau contoh untuk anak-anak serta penggerak di lingkungan sekitar.[5]
- Orang tua harus menjadi pembelajar dan selalu mencari tahu praktik-praktik parenting terbaik untuk anak-anaknya.[6]
- "Hidup diera informasi yang serba mudah ini diharapkan para orang tua mau untuk terus belajar.[6]
- Dengan belajar mereka memiliki keahlian paling tidak mereka tahu cara yang benar untuk mendidik anak-anaknya. Karena seringkali orang tua kalah dari sang anak. Karena anak pada fitrahnya sebagai orang yang selalu belajar berkembang. Orang tua akan bisa mengikutinya apabila ia menjadi orang tua pembelajar.[6]
- Mendidik anak tidak bisa seorang diri, meskipun sudah memiliki pasangan, sebagai orang tua harus berani minta tolong berani mengajak orang sekitar untuk terlibat mendidik anak.[6]
- Dengan begitu kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk anak tumbuh berkembang itu peran orang tua. Jika merasa gagal menjadi orang tua itu hal yang lumrah. Tapi orang tua harus tetap sadar dan belajar lagi. Karena orang yang paling mengenal anaknya adalah orang tuanya itu sendiri.[6]
- Kunci utama dalam rumah tangga yakni komunikasi.[6]
- Apapun yang dihadapi bersama pasangan bicarakan baik-baik di dalam jangan sampai terdengar keluar. Menjadi orang tua juga jangan berhenti untuk terus belajar karena tidak memiliki batas waktunya. Tetap menjadi orang tua pembelajar.[6]
- Orang tua, ibu khususnya harus mau mengapresiasi dulu dirinya bahwa you are okey, you are good. Sudah melewati sampai saat sini adalah sebuah pencapaian. Apresiasi diri dan tepuk pundak ibu. [7]
- Untuk pola asuh, pertama kita harus punya landasan terlebih dahulu yakni berdasarkan akhlakul karimah. Jadi dalam proses pemahaman anak yang kita mulai sejak lahir harus bisa melihat karakter seperti apa yang dimiliki anak kita, sehingga untuk membentuknya menjadi karakter yang handal itu tidak sulit melalui pendekatan dan membersihkan contoh layaknya cermin untuk anak kita.[8]
- Banyak sekali stereotipe bahwa perempuan tidak banyak berperan di masyarakat, pada kenyataannya perempuan itu betul-betul penggerak mulai dari level keluarga, lingkungan, sampai pembuat kebijakan.[9]
- Peran seorang perempuan bila mau melebarkan ke sekitar maka dampaknya bisa dirasakan tidak hanya satu orang, bahkan satu pulau. Perempuan harus mau melangkah ke titik yang lebih tinggi lagi. [9]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Liputan6.com (2024-09-14). "Sosok Fery Farhati, Istri Anies Baswedan yang Menginspirasi Banyak Orang". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-11-15. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ 2,0 2,1 Kompasiana.com (2023-08-08). "Fery Farhati dan Cita-cita Mengedukasi Orangtua Indonesia". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ↑ Prasetyawan, Raimundus Brian. "Pendekatan Psikologis Dalam Pendidikan Ala Fery Farhati Guna Menciptakan Parenting Yang Berkualitas - Melintas". Pendekatan Psikologis Dalam Pendidikan Ala Fery Farhati Guna Menciptakan Parenting Yang Berkualitas - Melintas. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ↑ "Inilah Pesan Fery Farhati Agar Peran Orang Tua Lebih Memperhatikan Pendidikan Anak". 2023-09-14. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ↑ 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 5,6 5,7 5,8 antaranews.com (2023-12-30). "Fery Farhati ungkap cara ibu bangun generasi penerus bangsa". Antara News. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ 6,0 6,1 6,2 6,3 6,4 6,5 6,6 Fahriza (2023-09-13). "Hadiri Talkshow Parenting, Ini Saran yang Disampaikan Fery Farhati Baswedan". jejakrekam.com. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Kehadiran Fery Farhati dan Suara Empowerment Disabilitas dalam Festival Setara dan Berdaya 2023". Afederasi. 13 Desember 2023. Diakses tanggal 20 Desember 2025.
- ↑ "Fery Anies Baswedan Tularkan Pola Asuh Cerdas pada Emak-emak Piaman". Forum Sumbar. 2024-01-20. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ 9,0 9,1 Komara, Indra. "Bahas Stereotipe-Peran Perempuan, Istri Anies Ajak Ibu-ibu Pilih AMIN". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-20.