Fenny Martha Dwivany
Tampilan
Fenny Martha Dwivany merupakan dosen dengan fokus riset pada genetika dan bioteknologi molekular. Atas kontribusi penelitiannya, Ia telah memperoleh beragam penghargaan termasuk: International For Women in Science Award dari L’Oréal Indonesiapada tahun 2006 dan 2007,[1] Australia Award (Endeavour Research Award) 2010 dari Pemerintah Australia,[2] anugrah Satyalancana Karya Satya X Tahun 2013 oleh Pemerintah Republik Indonesia, ITB Innovation Award 2015, SEARCA SEAMEO Research Award dari SEARCA SEAMEO pada tahun 2016,[3] Anugerah IPTEK kategori peneliti perempuan pada tahun 2012 yang diberikan oleh Gusti Muhammad Hatta, dan penghargaan Special Achievement Award dari The Japanese Society for Biological Sciences in Space pada tahun 2019.[4]

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Kutipan
[sunting | sunting sumber]Tentang Keluarga
[sunting | sunting sumber]- "Satu-satunya cara untuk mencapai ini semua berkat dukungan keluarga yang besar. Tanpa support system itu tidak mungkin."[5]
Tentang Perempuan
[sunting | sunting sumber]- "Perempuan itu lebih tekun dan detil saat mengerjakan sesuatu. Hal ini tentu diperlukan dalam sebuah penelitian.”[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Tim Redaksi (24 November 2012). "Fenny Martha Dwivany, Penemu Formulasi Pelambatan Pematangan Pisang Menang di Paris seperti Artis Peraih Piala Oscar". jpnn.com. Diakses tanggal 2025-11-18.
- ↑ Indonesia, Australia Awards-. "Dr Fenny Dwivany's Presentation on Expanding Impact of Research to Women". australiaawardsindonesia.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18.
- ↑ Bunga Rampai Forum Peneliti Muda Indonesia 2017. Penerbit ITB. 2017-10-28. ISBN 978-602-5417-37-5.
- ↑ Stiady, Pamungkas (4 September 2012). "ANUGERAH IPTEK 2012 | Neraca.co.id". www.neraca.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-14. Diakses tanggal 13 April 2021.
- ↑ Desideria, Benedikta (7 Oktober 2016). "Kunci Penting Wanita Bisa Sukses Jadi Ilmuwan". liputan6.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-14. Diakses tanggal 18 November 2025
- ↑ Liputan 6. 2016. “Dunia Perlu Lebih Banyak Peneliti Wanita, Apa Sebabnya?” 10 7, 2016. https://www.liputan6.com/health/read/2620496/dunia-perlu-lebih-banyak-peneliti-wanita-apa-sebabnya