Fei-Fei Li
Tampilan
Fei-Fei Li lahir di Beijing, China, pada 3 Juli 1976. Ia marupakan seorang akademisi dan peneliti dibidang kecerdasan buatan (AI).[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Saya sering mengingatkan mahasiswa saya agar tidak terkecoh oleh istilah kecerdasan buatan. Tidak ada yang benar benar buatan di dalamnya. AI diciptakan oleh manusia, diarahkan untuk bertindak sesuai kehendak manusia, dan pada akhirnya ditujukan untuk memengaruhi kehidupan serta masyarakat manusia.[2]
- Ada satu ungkapan terkenal yang ditulis pada tahun 1970 an. Definisi AI masa kini adalah mesin yang mampu membuat langkah catur yang sempurna saat ruangan sedang terbakar. Ungkapan ini menggambarkan dengan jelas keterbatasan AI. Pada gelombang riset AI berikutnya, jika kita ingin menciptakan mesin yang lebih membantu dan bermanfaat, pemahaman terhadap konteks harus dihadirkan kembali.[2]
- Bahkan seekor kucing memiliki kemampuan tertentu yang belum bisa dilakukan oleh AI.[2]
- AI ada di mana mana. AI bukanlah sesuatu yang besar dan menakutkan di masa depan. AI sudah hadir bersama kita saat ini.[2]
- Jika era kita dianggap sebagai Revolusi Industri berikutnya, seperti yang banyak dikatakan, maka AI jelas menjadi salah satu penggerak utamanya.[2]
- Saya percaya masa depan AI akan mengubah dunia. Pertanyaannya adalah siapa yang membentuk AI. Sangat penting untuk melibatkan beragam kelompok mahasiswa dan calon pemimpin dalam pengembangan AI.[2]
- AI akan memengaruhi setiap industri di dunia, termasuk manufaktur, pertanian, layanan kesehatan, dan berbagai bidang lainnya.[2]
- Saya percaya AI dan manfaatnya tidak mengenal batas negara. Baik terobosan itu terjadi di Silicon Valley, Beijing, maupun di tempat lain, semuanya memiliki potensi untuk membuat kehidupan manusia di seluruh dunia menjadi lebih baik.[2]
- Saya percaya peradaban kita berada di ambang revolusi teknologi yang mampu membentuk ulang kehidupan seperti yang kita kenal. Namun, mengabaikan ribuan tahun perjuangan manusia yang menjadi fondasi masyarakat kita, lalu sekadar melakukan disrupsi dengan sikap ringan seperti yang kerap menyertai inovasi abad ini, adalah kesalahan besar. Revolusi ini harus dibangun di atas fondasi tersebut dengan setia. Revolusi ini harus menghormati martabat kolektif komunitas global.[3]
- Sebagai pelajar asal Tiongkok yang tumbuh di sekolah sekolah di Chengdu, hari hari pertama saya di Parsippany High School terasa seperti serangan terhadap pancaindra. Suasananya hiruk pikuk dan tidak stabil. Segalanya tampak lebih terang, lebih cepat, lebih berat, dan lebih bising dibandingkan dunia yang saya tinggalkan. Tidak ada yang benar benar terasa nyata, ke mana pun saya memandang, seolah olah sifat cahaya dan suara di tempat ini memang berbeda.[3]
- Bagi seorang pelajar ESL, setiap kelas adalah kelas bahasa Inggris.[3]
- Salah satu keutamaan terbesar ilmu pengetahuan adalah kemampuannya mengubah pelajaran tentang kerendahan hati menjadi momen yang membuka kemungkinan.[3]
- Jika saya mendedikasikan hidup saya untuk ilmu pengetahuan, dalam bentuk apa pun kelak, hal itu terjadi berkat orang orang yang saya temui pada masa masa terendah dan paling membingungkan dalam hidup saya. Perlahan, saya merasakan sesuatu yang sudah lama tidak saya rasakan. Rasa syukur.[3]
- Jika saya mendedikasikan hidup saya untuk ilmu pengetahuan, dalam bentuk apa pun kelak, hal itu terjadi berkat orang orang yang saya temui pada masa masa terendah dan paling membingungkan dalam hidup saya. Semakin lama, perasaan itu semakin kuat. Saya merasa bersyukur.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Fei-Fei Li | Biography, Artificial Intelligence, ImageNet, & Awards | Britannica (dalam bahasa Inggris).
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 2,7 "Fei-Fei Li Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-14.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 "The Worlds I See Quotes by Fei-Fei Li". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-14.