Farwiza Farhan
Tampilan
Farwiza Farhan (lahir 1 Mei 1986) adalah seorang konservasionis hutan di Kawasan Ekosistem Leuser yang membentang di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Tahun 2022, Farwiza Farhan masuk ke dalam jajaran 100 orang berpengaruh di dunia versi Majalah Time100 Next pada katagori Leader. [1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Kita semua perempuan-perempuan hebat. Jangan biarkan orang lain mengatakan sebaliknya. Ketika mereka berkata ini-itu, mereka biasanya bicara mengenai kekurangan mereka, bukan kita." [2]
- "Seringkali, dalam proses menjaga seorang anak perempuan, keluarga menerapkan batasan-batasan pergaulan dan pendidikan."[2]
- “Harus diakui selama ini masih banyak orang yang tidak mengenal Leuser, bahkan warga di Indonesia sekalipun. Tidak banyak orang yang mengetahui tentang Leuser seperti mereka mengenal Amazone, dan dari sini kami berharap semua orang di dunia mulai mengenal Leuser dan kemudian memahami bahwa menjaga Leuser itu adalah hal utama.”[3]
- “Salah satu yang terus kami lakukan adalah mengubah pola pikir bahwa membangun ekonomi itu tidak bertolak belakang dengan menjaga lingkungan. Bagaimana harus tercipta bahwa mari membangun ekonomi yang adil dan lestari dan bukan sistem ekonomi yang predatori.”[3]
- “Manusia bisa kehilangan badak, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa air, dan Leuser adalah tempat penyedia jasa lingkungan terbesar di dunia.”[3]
- "Keinginan saya untuk melindungi hutan awalnya berasal dari kecintaan saya pada satwa liar, tetapi kekuatan yang membuat saya terus maju adalah kekuatan orang-orang yang bekerja dengan saya."[4]
- "Banyak proyek yang disebut-sebut atas nama pembangunan, tetapi sering mengesampingkan prinsip-prinsip pelestarian fungsi lingkungan kawasan, yang harus dipertahankan." [5]
- "Ketika perempuan terlibat dalam resolusi konflik, proses perdamaian punya kemungkinan untuk 35 kali lebih besar untuk bertahan sampai 15 tahun atau lebih. Itu hasil penelitian Alaa Murabit (aktivis perempuan dan duta PBB) tahun 2019." [6]
- "Maka penting bagi perempuan untuk turut mengambil peran dalam proses untuk memutuskan upaya pengelolaan lingkungan."[6]
- "Salah satu kendala adalah paradigma banyak orang, bahwa perlindungan lingkungan itu tugas aktivis lingkungan atau pemerintah saja, atau bahwa perlindungan hutan dan alam mengorbankan kesejahteraan masyarakat."[6]
- "Ada banyak kesempatan pembangunan ekonomi tanpa mengorbankan alam, dan kita semua menikmati jasa lingkungan seperti air dan udara bersih. Menjadikannya tanggung jawab bersama untuk melindunginya." [6]
- "Ketika kita kehilangan keanekaragaman hayati fungsi ekosistem pun menurun."[6]
- "Jika orang-orang terdekat tidak mendukung, ciptakan lingkaran-lingkaran baru yang diisi dengan orang-orang yang percaya pada mimpimu dan menginginkan yang terbaik untuk kamu.”[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 2022 TIME100 Next: Farwiza Farhan (dalam bahasa Inggris). 2022-09-28.
- ↑ 2,0 2,1 antaranews.com (2019-03-08). "Pesan untuk perempuan dari aktivis Farwiza Farhan". Antara News. Diakses tanggal 2025-11-25.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 Media, Kompas Cyber (2022-09-29). Sosok Inspiratif Time Farwiza Farhan: Menjaga Leuser, dari Aceh untuk Dunia.
- ↑ Zulfikar, Fahri. "Farwiza Farhan Sang "Penjaga" Hutan Leuser Raih Penghargaan dari UCLA". detikedu. Diakses tanggal 2025-11-25.
- ↑ "Farwiza Farhan, Aktivis Asal Indonesia yang Berhasil Masuk TIME100 Next 2022". fimela.com. 2022-10-08. Diakses tanggal 2025-11-26.
- ↑ 6,0 6,1 6,2 6,3 6,4 6,5 Pejuang Lingkungan yang Menggerakkan Perempuan untuk Menjaga Leuser |Republika Online.