Evie Dunmore
Tampilan

Evie Dunmore adalah penulis USA TODAY terlaris lewat Bringing Down the Duke, dengan seri The League of Extraordinary Women yang terinspirasi dari kecintaannya pada roman dan perempuan pelopor era Victoria. Ia bekerja sebagai konsultan, memiliki gelar M.Sc. dalam diplomasi dari Oxford, dan merupakan anggota British Romantic Novelists’ Association (RNA).[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]Bringing Down the Duke
[sunting | sunting sumber]- "The desire to be free is an instinct deeply ingrained in every living thing."
- "Keinginan untuk bebas adalah naluri yang tertanam dalam setiap makhluk hidup."
- "The possibilities may be endless, but the mind is limited. People hardly ever contemplate options outside of what they know."
- "Mungkin saja kemungkinan itu tak terbatas, tetapi pikiran itu terbatas. Orang jarang sekali mempertimbangkan pilihan di luar apa yang mereka ketahui."
- "People have many motivations to follow someone, but a soldier will only ever follow a man for two reasons: his competency, and his integrity."[2]
- "Orang memiliki banyak motivasi untuk mengikuti seseorang, tetapi seorang prajurit hanya akan mengikuti seseorang karena dua alasan: kemampuan dan integritasnya."
A Rogue of One's Own
[sunting | sunting sumber]- "The curious thing about causes is that they usually continue well without you. The question is whether you can continue well without them."
- "Hal yang menarik tentang sebuah perjuangan adalah bahwa perjuangan itu biasanya terus berjalan dengan baik tanpa dirimu. Pertanyaannya adalah apakah kamu dapat terus berjalan dengan baik tanpa perjuangan itu."
- "I’m afraid the idea that a woman is a person, whether married or not, is so inherently radical no matter which way I present it I shall be considered a nuisance."
- "Aku khawatir gagasan bahwa seorang perempuan adalah seorang individu, menikah atau tidak, begitu radikal secara inheren sehingga bagaimanapun aku menyampaikannya, aku akan dianggap sebagai gangguan."
- "Variety’s the very spice of life that gives it all its flavor."[3]
- "Keberagaman adalah bumbu kehidupan yang memberi semua rasa padanya."
The Gentleman's Gambit
[sunting | sunting sumber]- "Support your sisters, regardless of their position in life, and tell them to use their rights, to receive an education, to keep their earnings, to find a husband who treats them as an equal, or to remain single."
- "Dukunglah saudari-saudari kalian, apa pun posisi mereka dalam hidup, dan katakan kepada mereka untuk menggunakan hak-hak mereka, untuk mendapatkan pendidikan, untuk menyimpan penghasilan mereka, untuk menemukan suami yang memperlakukan mereka sebagai setara, atau untuk tetap melajang."
- "A woman matters, married or not, children or no children. I matter, just as I am, right now. I’m a whole human being."
- "Seorang perempuan itu penting, menikah atau tidak, punya anak atau tidak. Aku penting, sebagaimana diriku sekarang. Aku adalah manusia yang utuh."
- "The past is a good predictor of the future."
- "Masa lalu adalah peramal yang baik bagi masa depan."
- "False hope was one of the cruelest, most time-wasting tricks humans played on themselves."[4]
- "Harapan palsu adalah salah satu tipu daya paling kejam dan paling membuang-buang waktu yang dimainkan manusia terhadap diri mereka sendiri."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "About – Evie Dunmore" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ Dunmore, Evie (2019-09-03). Bringing Down the Duke (dalam bahasa Inggris). Penguin. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Dunmore, Evie (2020-09-01). A Rogue of One's Own (dalam bahasa Inggris). Little, Brown Book Group. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Dunmore, Evie (2023-12-05). The Gentleman's Gambit (dalam bahasa Inggris). Little, Brown Book Group. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)