Erna Djajadiningrat
Tampilan
Erna Djajadiningrat (lahir 4 Maret 1911 di Serang, Banten) adalah seorang pejuang perempuan dan aktivis kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan perempuan pertama yang menerima penghargaan Bintang Gerilya pada 1949 karena jasa-jasanya dalam membantu perjuangan kemerdekaan. Bersama kedua temannya, Erna mendirikan organisasi Wani (Wanita Indonesia) di Jakarta pada Oktober 1945. Organisasi Wani menyelenggarakan dapur umum dan menjahit pakaian untuk para pejuang. Erna dijuluki “Si Nona Keras Kepala” oleh Jepang karena karakternya yang wani atau berani.[1][2][3]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Kepada Belanda, Erna mengatakan bahwa kegiatan dapur umum untuk membantu rakyat dengan makanan. Sementara itu, kegiatan pokok mengirim makanan kegaris depan tetap berlangsung. [1]
- Ketika Erna diperiksa oleh tentara Belanda yang mengetahui kegiatan dapur umum ia tetap berani pasang badan. Denga tegas Erna mengatakan "kalau dapur umum ini beroperasi untuk membantu memberi makan orang yang kurang mampu. Padahal kegiatan distribusi makanan kepada pejuang tetaplah berlangsung.[4]
- Meskipun Erna mendapatkan pendidikan dari Eropa, namun hal ini tidak membuat ia menjadi acuh terhadap keadaan sekitar. Erna menyadari bahwa pendidikan yang ia peroleh memiliki tanggung jawab moral untuk kebaikan bangsanya.[3]
Daftar Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ 1,0 1,1 "ERNA DJAJADININGRAT, Sosok Wanita Pemerhati Korban Perang yang dianugrahi Bintang Gerilya – Monumen Pers Nasional" (dalam bahasa American English). 2021-12-25. Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ Rachmadita, Amanda (2022-07-20). "Lima Perempuan Penerima Bintang Gerilya". Historia.ID. Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ 3,0 3,1 Wansaka, Azi (2024-05-27). "Profil Erna Djajadiningrat, Pejuang Perempuan Penerima Bintang Gerilya dari Divisi Siliwangi". Harapan Rakyat. Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ Setya, Devi. "Erna Djajadiningrat, Wanita di Balik Bekal Makan Para Pejuang Kemerdekaan". detikfood. Diakses tanggal 2025-12-21.