Endang Rahayu Sedyaningsih
Tampilan

Endang Rahayu Sedyaningsih (1 Februari 1955 – 2 Mei 2012) adalah Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menjabat pada 22 Oktober 2009 – 30 April 2012. Endang memulai karirnya di Departemen Kesehatan sejak tahun 1990. Tahun 2004 ia diangkat sebagai pejabat fungsional dengan pangkat Peneliti Madya.
Sebagai seorang peneliti, Endang Rahayu Sedyaningsih sudah dua kali memperoleh penghargaan, yaitu sebagai Penulis Artikel terbaik ke-2 Badan Litbangkes tahun 2000, Presentasi Poster Terbaik ke-3 pada Conferensi Asia Pasifik ke-3 tentang Perjalanan Kesehatan. Saat menjabat sebagai Menkes, Endang meraih penghargaan Sulianti Award yang merupakan penghargaan mengenai pencegahan penyakit dan manajeman kesehatan.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium empat baru ditegakkan lima bulan yang lalu dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi, saya tidak bertanya Why me?[2] - Salah satu pesan Endang dalam rangka menyambut penerbitan buku "Berdamai dengan Kanker".
- Kanker itu baru terasa sakit saat diobati. Kalau berpikir positif, justru memberi semangat[3] - ucap Endang mengenai penyakit kanker yang dideritanya.
- Yoga membuat saya lebih senang. Tidak emosional. Saat disuntik dan diperiksa tetap tenang.[3]
- Menanamkan norma dan budaya bahwa menikah itu idealnya ditunda hingga usia 24-25 tahun. Sekarang, 20-30 persen perempuan Indonesia menikah di bawah usia 20 tahun, terlalu muda[4] - ucap Endang mengenai kampanye pendidikan kesehatan reproduksi.
- So .... Why not? Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik. Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan .... jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu[5] - salah satu tulisan Endang dalam bukunya yang berjudul Berdamai dengan Kanker.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Selamat Jalan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih". kemkes.go.id. 2012-05-02. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ pt. kompas cyber media. Inilah Kata Sambutan Terakhir Endang Rahayu... (dalam bahasa American English).
- ↑ 3,0 3,1 "Ketegaran Eks Menkes Endang Menghadapi Kanker". Tempo. 2 Mei 2012 | 16.25 WIB. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ Administrator (2011-10-21). "30% Perempuan Indonesia Menikah Muda". Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ "Kata-kata Endang Rayahu Membuat Presiden Terharu". Bangkapos.com. Diakses tanggal 2025-12-04.