Elizabeth Bennet
Tampilan
Elizabeth Bennet adalah tokoh utama dalam novel Pride and Prejudice (1813) karya Jane Austen. Ia kerap dipanggil Eliza atau Lizzy oleh keluarga dan sahabatnya, serta merupakan anak kedua dari lima bersaudara perempuan.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "You must learn some of my philosophy. Think only of the past as its remembrance gives you pleasure."
- "Kau harus mempelajari sedikit dari falsafahku. Pikirkan masa lalu hanya sejauh kenangannya memberi kebahagiaan bagimu."
- "There are few people whom I really love, and still fewer of whom I think well. The more I see of the world, the more am I dissatisfied with it; and every day confirms my belief of the inconsistency of all human characters, and of the little dependence that can be placed on the appearance of merit or sense."[2]
- "Hanya sedikit orang yang sungguh-sungguh kucintai, dan lebih sedikit lagi yang benar-benar kuhargai. Semakin banyak aku melihat dunia, semakin aku tidak puas dengannya; dan setiap hari meneguhkan keyakinanku akan ketidakkonsistenan watak manusia, serta betapa sedikitnya kepercayaan yang dapat diberikan pada penampilan kebajikan atau kecerdasan."
- "Think only of the past as its remembrance gives you pleasure."
- "Pikirkan masa lalu hanya sejauh kenangannya memberi kesenangan bagimu."
- "Follies and nonsense, whims and inconsistencies, do divert me, I own, and I laugh at them whenever I can."
- "Kebodohan dan omong kosong, keanehan serta ketidakkonsistenan memang menghiburku, harus kuakui, dan aku menertawakannya setiap kali aku bisa."
- "Do not consider me now as an elegant female, intending to play you, but as a rational creature, speaking the truth from her heart."[3]
- "Jangan anggap aku sekarang sebagai perempuan anggun yang bermaksud mempermainkanmu, melainkan sebagai makhluk rasional yang berbicara jujur dari hatinya.”
- "There is a stubbornness about me that never can bear to be frightened at the will of others. My courage always rises with every attempt to intimidate me."
- "Ada sifat keras kepala dalam diriku yang tak pernah sanggup tunduk pada ketakutan atas kehendak orang lain. Keberanianku justru selalu tumbuh setiap kali ada usaha untuk mengintimidasi diriku."
- "But think no more of the letter. The feelings of the person who wrote and the person who received it are now so widely different from what they were then, that every unpleasant circumstance attending it ought to be forgotten."[4]
- "Namun, jangan lagi memikirkan surat itu. Perasaan orang yang menulisnya dan orang yang menerimanya kini telah begitu jauh berbeda dari saat itu, sehingga segala keadaan tak menyenangkan yang menyertainya patut dilupakan."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Elizabeth Bennet (dalam bahasa Inggris). 2025-10-22.
- ↑ "Elizabeth Bennet Quotes (70 quotes)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ "The 27 Best Elizabeth Bennet Quotes". bookroo.com. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ↑ "Pride and Prejudice: Elizabeth Bennet Quotes | SparkNotes". SparkNotes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-20.