Elisabeth Kübler-Ross
Tampilan

Elisabeth Kübler-Ross (8 Juli 1926 - 24 Agustus 2004), adalah seorang psikiater kelahiran Swiss yang dikenal atas kontribusinya dalam kajian tentang kematian, proses sekarat, dan duka cita. Ia memperkenalkan model Lima Tahap Duka melalui bukunya On Death and Dying (1969), yang mencakup penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "The most beautiful people we have known are those who have known defeat, known suffering, known struggle, known loss, and have found their way out of those depths."
- "Orang-orang paling indah yang pernah kita kenal adalah mereka yang telah mengenal kekalahan, penderitaan, perjuangan, dan kehilangan, lalu berhasil menemukan jalan keluar dari kedalaman pengalaman-pengalaman itu."
- "Learn to get in touch with the silence within yourself, and know that everything in life has purpose. There are no mistakes, no coincidences, all events are blessings given to us to learn from."
- "Belajarlah untuk terhubung dengan keheningan di dalam diri, dan pahamilah bahwa segala sesuatu dalam hidup memiliki tujuan. Tidak ada kesalahan dan tidak ada kebetulan; semua peristiwa adalah anugerah yang diberikan kepada kita untuk dipelajari."
- "The opinion which other people have of you is their problem, not yours."[2]
- "Pendapat orang lain tentang dirimu adalah urusan mereka, bukan urusanmu."
- "Death is not the greatest loss in life. The greatest loss is what dies inside us while we live."
- "Kematian bukanlah kehilangan terbesar dalam hidup. Kehilangan terbesar adalah apa yang mati di dalam diri kita selagi kita masih hidup."
- "The reality is that you will grieve forever. You will not ‘get over’ the loss of a loved one; you will learn to live with it."
- "Kenyataannya, duka akan selalu ada. Kamu tidak akan benar-benar “melupakan” kehilangan orang yang dicintai; kamu hanya akan belajar hidup berdampingan dengannya."
- "There is no 'right' way to grieve. Everyone must find their own path."
- "Tidak ada cara yang “paling benar” untuk berduka. Setiap orang harus menemukan jalannya sendiri."
- "Allow yourself to feel. Tears are not a sign of defeat, they are proof you loved deeply."
- "Izinkan dirimu untuk merasakan. Air mata bukan tanda kekalahan, melainkan bukti bahwa kamu mencintai dengan sepenuh hati."
- "We waste so much energy judging others when we could be using it to love them."
- "Kita menghabiskan terlalu banyak energi untuk menghakimi orang lain, padahal energi itu bisa kita gunakan untuk mencintai mereka."
- "Healing doesn’t mean going back to who you were. It means becoming who you were meant to be."
- "Penyembuhan tidak berarti kembali menjadi dirimu yang dulu. Penyembuhan berarti menjadi diri yang memang seharusnya kamu jadi."
- "We fear death because we don’t understand life."
- "Kita takut pada kematian karena kita belum sepenuhnya memahami kehidupan."
- "We learn more from suffering than from success."[3]
- "Kita belajar lebih banyak dari penderitaan daripada dari keberhasilan."
- "Dying is nothing to fear. It can be the most wonderful experience of your life. It all depends on how you have lived."
- "Kematian bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Ia bisa menjadi pengalaman paling indah dalam hidupmu. Semua itu bergantung pada bagaimana kamu menjalani hidup."
- "We tend to often tend to ignore how much of a child is still in all of us."[4]
- "Kita sering kali mengabaikan betapa besarnya bagian diri kita yang masih merupakan seorang anak."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Elisabeth Kübler-Ross Biography -" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-18.
- ↑ "Elisabeth Kubler-Ross Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-18.
- ↑ Elizabeth (2025-11-03). "100+ Elisabeth Kubler Ross Quotes on Death, Grief & Life". AI GIFT Alibaba (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-18.
- ↑ "Quotes -" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-18.