Lompat ke isi

Elfriede Jelinek

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Elfriede Jelinek

Elfriede Jelinek (20 Oktober 1946) adalah seorang penulis asal Austria yang dikenal sebagai novelis dan dramawan, serta aktif menulis esai, puisi, dan menerjemahkan karya dari bahasa Inggris. Ia juga dikenal sebagai aktivis sosial dan pendukung gerakan feminis. Ia memperoleh pengakuan internasional setelah dianugerahi Hadiah Nobel Sastra pada tahun 2004, dan juga menerima berbagai penghargaan sastra utama berbahasa Jerman, termasuk Penghargaan Büchner dan Heinrich Böll.[1]

  • "Eroding solidarity paradoxically makes a society more susceptible to the construction of substitute collectives and fascisms of all kinds."
    • "Mengikis solidaritas, secara paradoks, membuat sebuah masyarakat lebih rentan terhadap terbentuknya kolektif pengganti dan berbagai bentuk fasisme."
  • "When I write, I have always tried to be on the side of the weak. The side of the powerful is not literature's side."
    • "Ketika saya menulis, saya selalu berusaha berada di pihak yang lemah. Pihak yang berkuasa bukanlah pihak sastra."
  • "It's interesting that the treatment of historical events by art precedes the civilisation of people through democracy."[2]
    • "Menarik bahwa cara seni memperlakukan peristiwa sejarah justru mendahului peradaban manusia melalui demokrasi."
  • "Every day, a piece of music, a short story, or a poem dies because its existence is no longer justified in our time. And things that were once considered immortal have become mortal again, no one knows them anymore. Even though they deserve to survive."
    • "Setiap hari, sebuah karya musik, cerpen, atau puisi mati karena keberadaannya tidak lagi dianggap relevan di zaman kita. Hal-hal yang dulu dianggap abadi kini kembali menjadi fana, dan tak seorang pun mengenalnya lagi, padahal mereka pantas bertahan."
  • "Art and order, the relatives that refuse to relate."
    • "Seni dan keteraturan, kerabat yang menolak untuk saling terkait."
  • "After all, when you take a walk you're after solitude, and if the solitude won't come to you, you must go to it."[3]
    • "Bagaimanapun, ketika Anda berjalan-jalan, Anda mencari kesendirian, dan jika kesendirian itu tidak datang kepada Anda, maka Anda harus mendatanginya."
  • "Die Stille nach dem letzten Satz ist genauso wichtig wie der Applaus."
    • "Kesunyian setelah kalimat terakhir sama pentingnya dengan tepuk tangan."
  • "Theater fragt, was Politik verschweigt."[4]
    • "Teater mempertanyakan hal-hal yang disembunyikan oleh politik."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Elfriede Jelinek - Women's Legacy". musica.womenslegacyproject.eu. Diakses tanggal 2025-12-19.
  2. "Elfriede Jelinek Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.
  3. "TOP 25 QUOTES BY ELFRIEDE JELINEK". A-Z Quotes. Diakses tanggal 2025-12-19.
  4. Max (2025-10-27). "2025 neueste Zitate über theater zitate". aigift.alibaba.com (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2025-12-19.