Lompat ke isi

Dr. Itje Chodidjah

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Dr. Itje Chodidjah adalah salah satu tokoh penting dalam dunia pendidikan Indonesia, dengan kiprah lebih dari empat dekade dalam pengembangan kualitas guru, pendidikan bahasa Inggris, serta kepemimpinan sekolah. Ia meraih gelar Master di bidang Pendidikan Bahasa Inggris dari University of Warwick, Inggris, dan gelar Doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung).[1]

Beberapa kutipan yang disampaikan oleh Dr. Itje Chodijah dalam kegiatan Interpersonal and Social Skills Training di Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko pada 15-17 Februari 2018, adalah sebagai berikut:[2]

  • "Urat nadi pendidikan adalah karakter."
  • "Karakter yang kuat bertumbuh karena penghayatan nilai-nilai, dan kitalah penumbuh-penumbuh karakter itu dalam diri anak-anak."
  • "Di luar kelas, di tengah masyarakat, seorang guru tetaplah guru. Karakter tidak dipelajari siswa, tapi ditangkap siswa dari perilaku guru."

Beberapa kutipan yang disampaikan oleh Dr. Itje Chodijah dalam kegiatan Seminar Parenting di SD Mudipat tahun 2019:[3]

  • "Mari kita lihat hubungan antara sekolah dan keluarga. Sama-sama mendidik anak-anak Revolusi Industri 4.0 dan masyarakatnya 5.0. Anak-anak kita mengalami masa depan yang tidak menentu. Salah satunya, kurang lebih 7.000 pekerjaan yang hilang. Meski pekerjaan baru itu."
  • "Kelas 1-3 di Jepang tidak ada ulangan. Tapi menguatkan kekuatan berpikir dan bernalar. Bahkan di TK tidak dikenalkan perbedaan warna, tapi disuruh menemukan sendiri pencampuran warna itu."

Beberapa kutipan Dr. Itje Chodijah dalam kegiatan di SMA Negeri 1 Aimere di tahun 2025:[4]

  • "Buku dan dokumen hanyalah alat. Ia baru menjadi pustaka dan bermakna ketika berada di tangan guru yang punya arah, guru yang tetap menjaga mata anginnya."
  • "Orang bersekolah itu supaya bisa mengerti dunia dan sesamanya. Itulah literasi."
  • "Saya bangga menolak Ujian Nasional. Sistem itu telah merusak moral bangsa karena anak-anak dibiasakan untuk curang sejak sekolah dasar."

Beberapa kutipan Dr. Itje Chodijah di beberapa platform berita:

  • "Karena guru adalah single actor di dalam kelas yang akan mengambil keputusan untuk memerdekakan anak, membelajarkan anak, dan menyadarkan anak bila belajar adalah untuk dirinya. Bagaimana proses guru memotivasi dirinya akan terlihat ketika ia memotivasi anak muridnya."[5]
  • "Literasi mencakup pemahaman teks dan konteks secara kritis. Sedangkan numerasi melibatkan kemampuan untuk berpikir secara logis dalam konteks kehidupan sehari-hari."[6]
  • "Merdeka Belajar mendorong kolaborasi yang lebih luas dalam dunia pendidikan. Dengan adanya kolaborasi, literasi dan numerasi dapat diperkaya dengan perspektif dari berbagai pemangku kepentingan yang berbeda, sehingga mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih menyeluruh dan kontekstual."[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (2013). "Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan". Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan. Diakses tanggal 28 Desember 2025.
  2. Nani (2018-03-06). "KARAKTER: URAT NADI PENDIDIKAN Pelatihan bersama Dr. Itje Chodidjah, MA". Diakses tanggal 28 Desember 2025.