Lompat ke isi

Dido Michielsen

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Dido Michielsen (Netherlands, 03 September1957) [1] adalah seorang penulis asal Belanda. Michielsen berasal dari keturunan seorang njai, yaitu perempuan pribumi yang menjadi istri simpanan pria Belanda di masa Hindia Belanda. Ia menikah dengan Auke Kok dan memiliki dua anak perempuan. [2]

Novel Lebih Putih Dariku

[sunting | sunting sumber]
  • "Aku jadi malu jika teringat sifat-sifat untuk menjadi orang baik: halus, adil, dan sabar. Dalam dua puluh empat jam terakhir terlihat jelas kalau aku tidak menguasai ketiganya, jadi aku tidak layak menyebut diriku sebagai orang Jawa sejati."
  • "Setiap orang bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Jaring-jaring kedudukan dan status yang tipis dan tak kasat mata ini berlaku dalam segala hal, dan semakin kamu bertambah usia, hal ini akan kelihatan lebih jelas. Lalu, sebagai orang dewasa akhirnya menyadari dirimu tersekat dalam batas-batas yang sudah digariskan itu, dan tidak bisa lain selain menerimanya, kecuali kalau kamu sendiri meronta untuk membebaskan diri." [3]
  • "Kamu yang menahan kesakitan untuk melahirkan anak-anak ini ke dunia, bukan orang lain. Anak-anakmu bukan hanya harus mengenalimu, tetapi juga ibumu, asal-usulmu sebagai orang Jawa, dan budayamu. Separuh yang lainnya."
  • "Aku jadi malu jika teringat sifat-sifat untuk menjadi orang baik: halus, adil, dan sabar. Dalam dua puluh empat jam terakhir terlihat jelas kalau aku tidak menguasai ketiganya, jadi aku tidak layak menyebut diriku sebagai orang Jawa sejati."
  • "Setiap orang bisa lebih tinggi atau lebih rendah."
  • "Bahaya hidup di kota akhirnya mempunyai rupa, bahkan beberapa rupa. Bahaya itu membuat perempuan mengenakan sarung buat menyembunyikan luka-lukanya. Bukan menjadi bufet tetapi dingklik. Memenuhi tangan-tangan ibu dengan anak-anak kecil, atau merampasnya hingga tak punya apa-apa. Bahaya itu bersifat kelaki-lakian dan memiliki kekuasaan tak terbatas." [4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Dido Michielsen". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-06.
  2. Dido Michielsen (dalam bahasa Belanda). 2025-11-20.
  3. "Lebih Putih Dariku: Kisah Nyai dari Yogya". Omong-Omong Media (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-06.
  4. Romlah (2025-10-31). "Lebih Putih Dariku: Menyingkap Luka Para Nyai di Tanah Jawa Kolonial". Penerbit Kolofon. Diakses tanggal 2025-12-06.