Lompat ke isi

Dian Purnomo

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Dian Purnomo (Salatiga, 19 Juli 1976) adalah mantan pekerja radio yang dibesarkan oleh grup Prambors dan FeMale radio ini, telah menulis 12 novel dan antologi cerita pendek. Belajar tentang kriminologi khususnya perlindungan anak dan perempuan, juga keadilan lingkungan, membuatnya banyak merenung kembali tentang karya [1]

  • "I get the idea of my recent book from a friend's story who happen to cowrite the book with me. It's about her and her mom who has dementia. This is my 1st book inspired by a true story." [2] "Aku mendapatkan ide untuk buku terbaruku dari cerita seorang teman, yang kebetulan ikut menulis buku ini bersamaku. Ceritanya tentang dia dan ibunya yang mengidap demensia. Ini adalah buku pertamaku yang terinspirasi dari kisah nyata."
  • "Ini sesederhana mimpi. Kalau kamu mau menghentikan ketakutanmu, segera bangun, dan semua mimpi menakutkanmu itu akan pergi"
  • "Aku mencintaimu, itu masalahku. Kamu punya pacar, itu masalahmu. Tidak ada hubungannya antara aku mencintaimu dan kamu punya pacar. Membuatmu tahu bahwa aku mencintaimu saja sudah cukup."
  • "Orang tua kita, bukankah mereka semesta kita, ketika kita belum memiliki dunia sendiri?"
  • "Tangisnya kepada bulan hitam adalah tangis perempuan yang tubuhnya masih menjadi properti laki-laki. Kisah perempuan lain masih mungkin akan diukir dengan tinta darah, selama pendewaan terhadap adat mengalahkan logika dan kemanusiaan."
  • "Perkawinan jangan sampai menghentikan cita-cita. Justru berdua Nona punya langkah bisa semakin cepat berlari. Ingat, baik dinikmati bersama, buruk diselesaikan bersama."
  • "Semakin kita menggantungkan hidup kepada orang lain, maka semakin susah kita keluar dari lingkaran kekerasan itu."
  • "Perpisahan dan pertemuan adalah penanda saja. Sering kali peristiwa yang terjadi di antaranya yang meninggalkan goresan lebih dalam sampai ke dasar hati."
  • "Seharusnya kamu tidak lagi berpikir bahwa perempuan dan laki-laki itu berbeda. Apa yang bisa dilakukan laki-laki, bisa dilakukan perempuan, begitu juga sebaliknya. Hanya satu yang kami tidak bisa, melahirkan dan menyusui."
  • "Berhenti membuat kami merasa seperti barang, yang bisa ditukar dengan hewan, yang dihargai hanya karena kami pung rahim."
  • "Semakin dekat seseorang tinggal dengan kita, justru sering kali semakin jauh hatinya."
  • "Menyerah pada paksaan sama dengan membiarkan kemerdekaan dirampas, membiarkan tubuh dimiliki orang lain dan diperkosa setiap hari."
  • "Kematian adalah kepastian, ada yang membiarkan kedatangannya menjadi misteri, ada yang menjemputnya dengan paksa." [3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Dian Purnomo". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-11-30.
  2. "Dian Purnomo". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-11-30.
  3. "Quotes - Dian Purnomo (dianpurnomo) (Jakarta, Indonesia) Showing 1-15 of 15". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-11-30.