Dian Fossey
Tampilan

Dian Fossey (16 Januari 1932 – 26 Desember 1985) adalah seorang primatolog dan konservasionis asal Amerika. Ia dikenal karena penelitian inovatifnya mengenai gorila gunung di Afrika, yang dimulai dengan pendirian Karisoke Research Center di Rwanda pada 1967. Ia fokus mempelajari perilaku, struktur sosial, dan komunikasi gorila, serta mengembangkan teknik lapangan unik untuk berinteraksi dan mengamati mereka secara dekat.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "The more you learn about the dignity of the gorilla, the more you want to avoid people."
- "Semakin banyak kamu mempelajari martabat gorila, semakin kamu ingin menghindari manusia."
- "Feel more comfortable with gorillas than people. I can anticipate what a gorilla's going to do, and they're purely motivated."
- "Merasa lebih nyaman bersama gorila daripada manusia. Aku bisa memprediksi apa yang akan dilakukan gorila, dan mereka termotivasi secara murni."
- "When you realize the value of all life, you dwell on what is past and concentrate more on the preservation of the future."[2]
- "Ketika kamu menyadari nilai semua kehidupan, kamu merenungkan masa lalu dan lebih fokus pada pelestarian masa depan."
- "None of the three great apes is considered ancestral to modern man, Homo sapiens, but they remain the only other type of extant primate with which human beings share such close physical characteristics. From them we may learn much concerning the behavior of our earliest primate prototypes, because behavior, unlike bones, teeth, or tools, does not fossilize."[3]
- "Tidak ada dari ketiga kera besar yang dianggap sebagai nenek moyang manusia modern, Homo sapiens, tetapi mereka tetap menjadi satu-satunya jenis primata hidup lainnya yang memiliki karakteristik fisik yang sangat mirip dengan manusia. Dari mereka, kita dapat mempelajari banyak hal mengenai perilaku prototipe primata awal kita, karena perilaku, tidak seperti tulang, gigi, atau alat, tidak dapat menjadi fosil."
- "The man who kills the animals today is the man who kills the people who get in his way tomorrow.
- "Orang yang membunuh hewan hari ini adalah orang yang akan membunuh manusia yang menghalanginya besok."
- "Conservation of any endangered species must begin with stringent efforts to protect its natural habitat by the enforcement of rigid legislation against human encroachment into parks and other game sanctuaries."
- "Konservasi setiap spesies yang terancam punah harus dimulai dengan upaya ketat untuk melindungi habitat alaminya melalui penegakan undang-undang yang tegas terhadap perambahan manusia ke taman dan suaka satwa lainnya.
- "Any observer is an intruder in the domain of a wild animal and must remember that the rights of that animal supersede human interests."
- "Setiap pengamat adalah penyusup di wilayah hewan liar dan harus ingat bahwa hak hewan tersebut lebih diutamakan daripada kepentingan manusia."
- "An observer must also keep in mind that an animal's memories of one day's contact might well be reflected in the following day's behavior."[4]
- "Seorang pengamat juga harus mengingat bahwa ingatan hewan terhadap kontak pada satu hari dapat tercermin dalam perilaku hari berikutnya."
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Dian Fossey | Research Starters | EBSCO Research". EBSCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-17.
- ↑ "Dian Fossey Quotes - 9 Science Quotes - Dictionary of Science Quotations and Scientist Quotes". todayinsci.com. Diakses tanggal 2025-12-17.
- ↑ "Dian Fossey (5 Sourced Quotes)". Lib Quotes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-17.
- ↑ "Dian Fossey Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-17.