Dewi Sartika
Tampilan

Raden Dewi Sartika atau Dewi Sartika dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia. Selain itu ia juga menjadi salah satu tokoh wanita yang paling berpengaruh dan terkenal di tanah air. Pada tahun 1966, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional.
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Hanya dengan Pendidikan kita akan tumbuh menjadi suatu bangsa".[1]
- "Wanita harus berusaha untuk mandiri, berpengetahuan, dan terampil."
- "Perempuan harus memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki."
- "Di samping pendidikan yang baik, perempuan bumiputera harus dibekali pelajaran yang bermutu."
- "Perluasan pengetahuan akan sangat berpengaruh bagi moral perempuan kaum Bumiputera. Pengetahuan tersebut hanya diperolehnya dari sekolah."
- "Alangkah sedihnya mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, karena orang yang demikian ibarat hidup di dalam kegelapan atau umpama orang buta yang berjalan di tengah hari. Maka jika jadi perempuan harus bisa segala-gala."
- Dikutip dari buku Raden Dewi Sartika (Pendidik Bangsa dari Pasundan) karya E. Rokajat Asura, bagian blurb atau sampul belakang buku.
- "Ari jadi awéwé kudu segala bisa, ambéh bisa hirup!"
- "Menjadi perempuan harus memiliki banyak kecakapan agar bisa hidup!"
- "Sebab seperti itulah kamu akan berharga dan menghargai kehidupan."
- Kutipan yang digunakan untuk mempertegas kutipan sebelumnya, Dikutip dari buku Raden Dewi Sartika (Pendidik Bangsa dari Pasundan) karya E. Rokajat Asura, h. 394
- "Kecintaan terhadap bangsa ini harus diwujudkan dengan mencerdaskan generasi penerusnya."[2]
- "Jangan pernah anggap perbuatan iseng ketika akan menyusahkan orang lain. Sedikit atau banyak sama saja."[3]
- Dikutip dari buku Raden Dewi Sartika (Pendidik Bangsa dari Pasundan) karya E. Rokajat Asura, h. 387
- "Daripada susah-susah iseng untuk menyusahkan orang, kenapa kamu tidak bersusah-susah untuk menyenangkan orang? Mungkin kamu akan dipuji bukannya dibenci."
- Dikutip dari buku Raden Dewi Sartika (Pendidik Bangsa dari Pasundan) karya E. Rokajat Asura, h. 387
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ "17 Kata Bijak Pahlawan Nasional, Apa yang Disampaikan Bung Hatta dan Tan Malaka?". Tempo. 16 Agustus 2021 | 17.09 WIB. Diakses tanggal 2025-08-30
- ↑ Wulandari, Trisna. "32 Quote Hari Pahlawan dari Cut Nyak Dien sampai Martha Christina Tiahahu". detikedu. Diakses tanggal 2025-08-30.
- ↑ Rokajat Asura, E. Raden Dewi Sartika (Pendidik Bangsa dari Pasundan), Jakarta: Penerbit Imania, 2019
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
