Lompat ke isi

Dewi Nur Aisyah

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Dewi Nur Aisyah

Dewi Nur Aisyah adalah epidemiolog dan pakar kesehatan digital yang berfokus pada penelitian, inovasi, dan kebijakan kesehatan masyarakat. Ia merupakan Adjunct Associate Professor di Monash University, Indonesia, dan Honorary Associate Professor di University College London, dengan kontribusi pada transformasi digital sistem kesehatan, surveilans penyakit menular, dan penguatan layanan primer. Ia memimpin inisiatif nasional seperti integrasi data kesehatan SATUSEHAT, sistem layanan primer ASIK, serta merintis program skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Registri Imunisasi Elektronik pertama di Indonesia yang memuat lebih dari 250 juta data vaksinasi.[1]

  • "Kita perlu memperkuat infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi kesehatan."
  • "Terus berinovasi dan meningkatkan kolaborasi, koordinasi, serta komunikasi yang baik merupakan langkah penting untuk bersama-sama mencapai kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia."[2]
  • "Sikap legowo, saling menopang, dan berlomba dalam kebaikan adalah pilar-pilar utama rumah tangga"
  • "Hanya ketekunan, kesabaran, dan keteguhan yang dapat menjadi sebaik-baik bekal dalam perjalanan hidup."[3]
  • "Muslimah yang autentik adalah ia yang tahu hendak dibawa ke mana hidupnya, serta memahami peran dan prioritas yang harus ia kerjakan."
  • "Fokus terlebih dahulu pada apa yang ingin kita perbaiki dalam diri, kebaikan apa yang ingin kita hasilkan, dan jangan pernah lupa menyertakan ketaatan dalam setiap hal yang kita kerjakan."
  • "Apa pun yang kita kerjakan, jangan pernah berhenti menjadi bagian dari solusi."[4]
  • "Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa organisatoris juga dapat berprestasi."
  • "Semakin besar perjuangan yang kita lakukan, semakin besar pula peluang keberhasilan itu."
  • "Kegagalan terjadi karena dua hal: seseorang yang berpikir tanpa bertindak, dan seseorang yang bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu."[5]
  • “Saya selalu percaya, bahwa di setiap tantangan-Nya, Allah sedang menitipkan sebuah hikmah cinta, yang gak bisa terbayarkan dengan apapun juga. Allah sedang mengajarkan bahwa buah kesabaran itu sungguh manis pada akhirnya. Dan lihatlah pada akhirnya setelah tantangan itu kita lewati. Allah beri yang lebih baik.” [1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1,0 1,1 "Dewi Nur Aisyah: An Inspirational Women With A Million Achievements And Dedication". Duta Inspirasi Library (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-20.
  2. "Dewi Nur Aisyah, Technical Advisor for Primary Healthcare, DTO Kemenkes". govinsider.asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-05.
  3. Nurfitria, Nita (2019-12-12). "Dewi Nur Aisyah, PhD, Ingin Menebar Manfaat Seluas-luasnya dengan". IDN Times. Diakses tanggal 2025-12-05.
  4. Jadi Doktor Sebelum 30 Tahun, Ini Kiatnya |Republika Online.
  5. "Dewi Nur Aisyah: Tips Capai Sukses". Ganto.co. Diakses tanggal 2025-12-05.