Lompat ke isi

Deborah Harkness

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Deborah Harkness

Deborah Harkness adalah penulis fantasi dan sejarawan asal Amerika Serikat yang dikenal luas lewat seri All Souls, dimulai dengan novel A Discovery of Witches yang meraih popularitas internasional. Rangkaian karyanya, termasuk Shadow of Night, The Book of Life, Time’s Convert, dan The Black Bird Oracle, berulang kali menempati daftar buku terlaris New York Times. Ia juga berkiprah sebagai akademisi dengan fokus kajian sejarah Eropa dan sejarah ilmu pengetahuan.[1]

  • "People think about history as all grand gestures or significant moments, but the most valuable lesson we can learn is the enduring legacy of the small, meaningful things in life."
    • "Orang sering memandang sejarah sebagai rangkaian tindakan besar atau momen-momen penting, padahal pelajaran paling berharga yang bisa kita petik adalah warisan abadi dari hal-hal kecil yang bermakna dalam hidup."
  • "The world of scholarship is much more measured in its appreciation and also its criticism than the world of popular literature."
    • "Dunia akademik jauh lebih terukur, baik dalam memberikan apresiasi maupun kritik, dibandingkan dengan dunia sastra populer."
  • "Falling in love is really relatively easy compared to staying in love and building a family that lasts."[2]
    • "Jatuh cinta sebenarnya relatif mudah dibandingkan dengan mempertahankan cinta dan membangun sebuah keluarga yang bertahan lama."
  • "All that children need is love, a grown-up to take responsibility for them, and a soft place to land."[3]
    • "Yang dibutuhkan anak-anak hanyalah kasih sayang, seorang dewasa yang mau bertanggung jawab atas mereka, dan tempat yang aman untuk bersandar."
  • "As long as the questions keep coming, the books will keep coming."
    • "Selama pertanyaan-pertanyaan terus bermunculan, buku-buku akan terus lahir."
  • "Women were therefore disempowered legally, socially, in all kinds of other ways—because they had such enormous power. It was fine for men to devalue that power, call them witches, put them on trial, but it didn’t actually do anything to diminish their power, which makes for what we call anxious patriarchs."[4]
    • "Perempuan kemudian dilemahkan secara hukum, sosial, dan dalam berbagai aspek lain—justru karena mereka memiliki kekuatan yang begitu besar. Para laki-laki merasa tidak masalah merendahkan kekuatan itu, menyebut mereka penyihir, atau mengadili mereka, tetapi semua itu sebenarnya tidak mengurangi kekuatan tersebut. Dari situlah muncul apa yang disebut sebagai patriarki yang gelisah."
  • "Women have all kinds of power, yet most of us have very conflicted notions about having that power. There’s both a desire for power and women don’t know if they should want it. And if they have it, women wonder if they can wield it in a way that is humane and strong."
    • "Perempuan memiliki berbagai bentuk kekuatan, tetapi banyak di antara kita memiliki pandangan yang bertentangan tentang kekuatan tersebut. Ada keinginan untuk berkuasa, namun perempuan sering ragu apakah mereka pantas menginginkannya. Dan ketika mereka memilikinya, perempuan bertanya-tanya apakah kekuatan itu dapat digunakan dengan cara yang manusiawi sekaligus tegas."
  • "I think that’s the work of a historian, to understand why a person did what they did at that particular moment in time."[5]
    • "Menurut saya, itulah tugas seorang sejarawan: memahami mengapa seseorang melakukan sesuatu pada momen tertentu dalam sejarah."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Deborah Harkness: Author of The All Souls World trilogy, soon to be adapted for TV". Deborah Harkness (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-18.
  2. "Deborah Harkness Quotes". BrainyQuote (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-18.
  3. "Deborah Harkness Quote". A-Z Quotes. Diakses tanggal 2025-12-18.
  4. "Deborah Harkness, the 'Accidental Novelist,' Has Years' Worth of 'All Souls' Books in the Pipeline". ELLE (dalam bahasa American English). 2024-07-12. Diakses tanggal 2025-12-18.
  5. "Interview with "A Discovery of Witches" author Deborah Harkness '86 – Alumnae Association" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-18.