Lompat ke isi

Courtney E. Martin

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Courtney E. Martin

Courtney E. Martin (lahir 31 Desember 1979) adalah seorang feminis Amerika, penulis, pembicara, dan aktivis sosial dan politik. Ia dikenal karena menulis buku, berbicara di universitas-universitas di seluruh negeri, dan karena ikut mengedit blog feminis, Feministing.com. Karyanya juga muncul di banyak blog dan situs web lainnya. Ia juga merupakan penerima Penghargaan Elie Wiesel dalam Etika.[1][2]

  • In a busy life, if you’re moving too fast, it’s incredibly easy to ask other people’s questions, and accept other people’s answers. To pause in those moments and say, ‘Okay, so this is what I’m being told, but what is my question about this moment I’m inside of and how might I want to navigate it differently?’[3]
    • “Dalam kehidupan yang sibuk, jika Anda bergerak terlalu cepat, sangat mudah untuk mengajukan pertanyaan orang lain, dan menerima jawaban orang lain. Berhentilah sejenak di saat-saat itu dan katakan, ‘Oke, jadi ini yang diberitahu kepada saya, tetapi apa pertanyaan saya tentang momen yang sedang saya alami ini dan bagaimana saya dapat menghadapinya dengan cara yang berbeda?’”
  • While we can’t expect anything important in life to be easy or entirely enjoyable, we also shouldn't buy the tired public narrative that work is inherently dehumanizing or boring or pointless.[4]
    • “Meskipun kita tidak bisa mengharapkan hal penting dalam hidup menjadi mudah atau sepenuhnya menyenangkan, kita juga tidak seharusnya mempercayai narasi publik yang usang bahwa pekerjaan pada dasarnya tidak manusiawi, membosankan, atau tidak ada gunanya.”
  • As we consciously opt out or creatively reimagine marriage one loving couple at a time, we'll be able to shift societal expectations wholesale, freeing younger generations from some of the antiquated assumptions we've faced (that women always want to get married and men always shy away from commitment, that gender parity somehow disempowers men, that turning 30 makes an unmarried woman into an old maid).[5]
    • “Saat kita secara sadar memilih untuk tidak menikah atau secara kreatif membayangkan kembali pernikahan, satu pasangan yang saling mencintai pada satu waktu, kita akan mampu mengubah ekspektasi masyarakat secara menyeluruh, membebaskan generasi muda dari beberapa asumsi usang yang telah kita hadapi (bahwa perempuan selalu ingin menikah dan laki-laki selalu menghindari komitmen, bahwa kesetaraan gender entah bagaimana melemahkan laki-laki, bahwa berusia 30 tahun membuat seorang wanita yang belum menikah menjadi perawan tua).”

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "The Elie Wiesel Foundation for Humanity". www.eliewieselfoundation.org. Diarsipkan dari asli tanggal November 22, 2010. Diakses tanggal 2015-10-13.
  2. Martin, Courtney E. "Courtney E. Martin – Author / Speaker / Blogger." Courtney E. Martin – Author / Speaker / Blogger. Courtney E. Martin, n.d. Web. March 4, 2015.
  3. Glei, Jocelyn K. (2020-03-10). "Courtney E. Martin: Asking Better Questions • Hurry Slowly". Hurry Slowly (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-16.
  4. Martin, Courtney E. (2016-10-04). The New Better Off: Reinventing the American Dream (dalam bahasa Inggris). Basic Books. hlm. 29. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. "Do It Anyway Quotes by Courtney E. Martin". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-16.