Chimamanda Ngozi Adichie
Tampilan

Chimamanda Ngozi Adichie (lahir 15 September 1977) adalah penulis, novelis, dan esais asal Nigeria. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia sastra kontemporer, dengan karya-karya yang mengeksplorasi tema feminisme, identitas, postkolonialisme, budaya, dan isu gender serta ras.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- “The problem with gender is that it prescribes how we should be rather than recognizing how we are.” (Masalah dengan gender adalah ia menetapkan bagaimana kita seharusnya, daripada mengakui bagaimana kita sebenarnya.)[2]
- “Culture does not make people. People make culture. If it is true that the full humanity of women is not our culture, then we must make it our culture.” (Budaya tidak membentuk manusia. Manusia yang membentuk budaya. Jika benar bahwa kemanusiaan penuh perempuan bukan bagian dari budaya kita, maka kita harus menjadikannya budaya kita.)[3]
- “We should all be feminists.” (Kita semua seharusnya menjadi feminis.)[2]
Tentang gender dan feminisme
[sunting | sunting sumber]- “Some people ask: ‘Why the word feminist? Why not just say you are a believer in human rights?’ Because that would be dishonest, it would be a way of denying that the problem of gender targets women.” (Beberapa orang bertanya: ‘Mengapa kata feminis? Kenapa tidak cukup bilang kamu percaya pada hak asasi manusia?’ Karena itu akan tidak jujur, itu akan menjadi cara menyangkal bahwa masalah gender tertuju pada perempuan.)[2]
- “We spend too much time teaching girls to worry about what boys think of them. We tell girls they cannot be angry or aggressive or tough. All over the world, there are so many books telling women how to be and how not to be, in order to attract or please men.” (Kita menghabiskan terlalu banyak waktu mengajari perempuan muda untuk memikirkan apa yang laki-laki pikirkan tentang mereka. Kita bilang perempuan tidak boleh marah, agresif, atau tangguh. Di seluruh dunia ada begitu banyak buku yang memberitahu perempuan bagaimana seharusnya menjadi, dan bagaimana tidak, untuk menarik atau menyenangkan laki-laki.)[4]
- “A woman at a certain age who is unmarried, society teaches her to see it as a deep personal failure. And a man after a certain age isn’t married, we just think he hasn’t made his pick.” (Seorang perempuan pada usia tertentu yang belum menikah, masyarakat mengajarinya menganggap itu sebagai kegagalan pribadi mendalam. Sedangkan seorang laki-laki pada usia tertentu belum menikah, kita hanya berpikir ia belum memilih.)[5]
- “Masculinity is a hard, small cage, and we put boys inside this cage.” (Maskulinitas adalah sangkar keras dan kecil, dan kita memasukkan anak laki-laki ke dalam sangkar ini.)[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Chimamanda Ngozi Adichie, Penulis yang Menyuarakan Perjuangan Perempuan Melalui Sastra". life. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 2,3 "The 25 Best We Should All Be Feminists Quotes". bookroo.com. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "13 quotes from Chimamanda's We Should All Be Feminists". funmilijadu. 2018-08-03. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "10 Essential Quotes from Feminist Icon Chimamanda Ngozi Adichie". Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "Chimamanda Ngozi Adichie Quotes (Author of Americanah)". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2025-12-02.

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: