Carina Citra Dewi Joe
Tampilan
Carina Citra Dewi Joe (21 April 1989) adalah seorang ilmuwan Indonesia yang berperan dalam pengembangan vaksin COVID-19, termasuk kontribusinya pada formula vaksin AstraZeneca. Ia menempuh pendidikan tinggi di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, meraih gelar Master pada 2012–2014 dan gelar Doktor di bidang Bioteknologi pada 2015–2019. Ia bekerja sebagai peneliti di Jenner Institute, Universitas Oxford, Inggris, dengan fokus pada bioteknologi dan virologi.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "If children learn science through real-life experiences, they will fall in love with it more easily"
- "Jika anak-anak belajar sains melalui pengalaman nyata, mereka akan lebih mudah mencintai sains."
- "A career in science, technology, engineering, and mathematics (STEM) is no shortcut."[2]
- "Berkarier di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) bukanlah jalan pintas."
- "I would like to encourage the public to find the right source of information from credible sites, such as the health regulator and government, on which they have stressed the benefit of vaccination to end the pandemic."
- "Saya ingin mendorong masyarakat untuk mencari sumber informasi yang tepat dari situs-situs terpercaya, seperti regulator kesehatan dan pemerintah, yang menekankan manfaat vaksinasi untuk mengakhiri pandemi.”
- "Collaboration between the academia, industry, and government is key to a supportive scientific environment. With the supportive environment towards the scientific field, then the scientific community can flourish with critical thinking, invention, and breakthrough, which will attract the younger generation to consider science as their prospective career."
- "Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci terciptanya lingkungan ilmiah yang mendukung. Dengan adanya lingkungan yang mendukung bidang sains, komunitas ilmiah dapat berkembang dengan pemikiran kritis, inovasi, dan penemuan baru, yang pada gilirannya akan menarik generasi muda untuk mempertimbangkan sains sebagai karier masa depan mereka."
- "Wherever my expertise is needed, then there I will be."[3]
- "Di mana pun keahlian saya dibutuhkan, di situlah saya akan berada."
- "Kunci keberhasilan adalah ketelitian, memastikan seluruh persiapan telah matang sebelum memulai eksperimen."
- "Mutasi virus dapat terjadi jika masih banyak populasi yang belum divaksin, karena tubuh yang belum divaksin menjadi lingkungan kondusif bagi virus untuk bermutasi."
- "Saya sangat senang mengetahui bahwa AstraZeneca tidak mengambil keuntungan dari vaksin, karena hal ini memungkinkan lebih banyak orang, terutama di negara berkembang, untuk mengaksesnya. Saya ingin meneladani langkah AstraZeneca yang menempatkan prinsip kemanusiaan di atas kepentingan finansial."[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Nur, Ovi Sofia. "Dedikasi Carina Joe Sebagai Doktor Bidang Bioteknologi dan Virologi - Farah.id". Dedikasi Carina Joe Sebagai Doktor Bidang Bioteknologi dan Virologi - Farah.id. Diakses tanggal 2025-12-03.
- ↑ antaranews.com (2025-09-22). "Carina Joe: Indonesian scientist behind global vaccine breakthrough". Antara News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-03.
- ↑ Admin, The ASEAN (2021-09-13). "Carina Joe, PhD". The ASEAN Magazine (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-03.
- ↑ "Carina Joe Mengubah Dunia Lewat Dunia Penelitian". Elle Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-03.