Lompat ke isi

Birutė Galdikas

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Birutė Galdikas

Birutė Galdikas (10 May 1946) research specialties include studies of primate behavior, ecology, and evolution, with particular focus on orangutans. Other research interests involve tropical rain forest ecology and phenology. [1] She is worldly renowned anthropologist, conservationist and the most famous researcher of orangutans of Lithuanian parentage. She is a specialist of contemporary primatology, conservationism and the author of several books relating to the endangered orangutan species. She was awarded with VMU honorary doctor’s regalia in 2010. [2] Memiliki spesialisasi penelitian dalam studi perilaku primata, ekologi, dan evolusi, dengan fokus khusus pada orangutan. Minat penelitiannya yang lain meliputi ekologi dan fenologi hutan hujan tropis. Ia adalah antropolog dan konservasionis kelas dunia serta peneliti orangutan paling terkenal, berdarah keturunan Lituania. Ia merupakan spesialis primatologi kontemporer dan konservasi, serta penulis sejumlah buku yang berkaitan dengan spesies orangutan yang terancam punah. Pada tahun 2010, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan dari VMU.

  • "Hat unlikely combination of bookworm and nature lover." "Perpaduan yang tidak biasa antara kutu buku dan pecinta alam."
  • "Not just the written history, but all of it. Human history and beyond. I remember thinking that if we understood our closest human relatives we'd understand our origins, maybe our own behavior." "Bukan hanya sejarah tertulis, tetapi semuanya. Sejarah manusia dan melampauinya. Saya ingat berpikir bahwa jika kita memahami kerabat manusia terdekat kita, kita akan memahami asal-usul kita, mungkin juga perilaku kita sendiri."
  • "I thought they must resemble our own ancestors who stood at the beginning of prehistory." "Saya pikir mereka pasti menyerupai nenek moyang kita yang berdiri di awal masa prasejarah." [3]
  • "Without spirituality your research will not work. We humans are not primates, we are monkeys." "Tanpa spiritualitas, penelitianmu tidak akan berhasil. Kita manusia bukan primata, kita adalah monyet."
  • "Our success is because we have so many monkey features. Orangutans are more closely related genetically to our human ancestors than we are because we have changed so much." "Keberhasilan kita adalah karena kita memiliki begitu banyak ciri monyet. Orangutan secara genetik lebih dekat dengan nenek moyang manusia dibandingkan kita sekarang, karena kita telah banyak berubah."
  • "When you look at an orangutan, you are not looking at an ancestor, you’re looking at someone who is almost an ancestor. They are us, more or less, seven million years ago. Those relatives of ours never left the Garden of Eden. They are up there in the canopies of the forests eating their sweet fruit." "Ketika kamu melihat seekor orangutan, kamu tidak sedang melihat nenek moyang, kamu sedang melihat seseorang yang hampir merupakan nenek moyang. Mereka adalah kita, kurang lebih, tujuh juta tahun yang lalu. Kerabat kita itu tidak pernah meninggalkan Taman Eden. Mereka berada di kanopi hutan, memakan buah-buahan manis mereka." [4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Birute Galdikas". www.sfu.ca (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-19.
  2. "Birutė Galdikas | VDU" (dalam bahasa American English). 2016-05-27. Diakses tanggal 2025-12-19.
  3. "Galdikas, Biruté (1948—) | Encyclopedia.com". www.encyclopedia.com. Diakses tanggal 2025-12-19.
  4. admin (2021-12-10). "The Spirituality of Conservation: The Life Work of Dr. Birutė Galdikas". Vilnius Review (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-12-19.