Lompat ke isi

Ayang Cempaka

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Ayang Cempaka adalah ilustrator Indonesia yang saat ini bermukim di Dubai, Uni Emirat Arab. Karakter ilustrasinya adalah warni warni dan terkadang menggunakan warna mencolok sehingga memberi kesan cerah, ceria, dan hidup. Ayang telah bekerja sama dengan beragam jenama nasional dan internasional, seperti L'occitane Germany, Penguin, The Foundry NYC, Thermos, Netflix, Giphy, Love Beauty and Planet, Zwitsal, Nivea, dan lain-lainnya. Ia juga pernah menerima penghargaan Marvelous Asian Mums 2021 dari media pengasuhan anak (parenting) theAsianParent Indonesia.[1][2]

  • "I think the creative world needs to open its doors wider. Too often, we only hear the same voices or see the same stories being celebrated. But creativity is everywhere — in small towns, in different cultures, in people who didn’t follow the “expected” path. What needs to change is giving real access and fair chances: proper pay, more diverse platforms, and space for those voices to be truly heard. Emerging and under-represented creatives shouldn’t have to bend themselves to fit in — the industry should grow bigger to include them."[3]
    • Saya pikir dunia kreatif perlu membuka pintunya lebih lebar. Terlalu sering, kita hanya mendengar suara yang sama atau melihat kisah yang sama dirayakan. Padahal, kreativitas ada di mana-mana — di kota-kota kecil, di berbagai budaya, pada orang-orang yang tidak mengikuti jalur yang "diharapkan". Yang perlu diubah adalah memberikan akses nyata dan kesempatan yang adil: gaji yang layak, platform yang lebih beragam, dan ruang bagi suara-suara tersebut untuk benar-benar didengar. Kreator yang baru muncul dan kurang terwakili seharusnya tidak perlu memaksakan diri untuk menyesuaikan diri — industri ini harus tumbuh lebih besar untuk merangkul mereka.
  • "I think change will come from community and honesty. Community, because we can’t do this alone — we need spaces that support and celebrate each other. And honesty, because people are tired of perfection; they want real stories and real voices. If we keep showing up with truth and connection, that’s what will move the creative world forward."[3]
    • Saya yakin perubahan akan datang dari komunitas dan kejujuran. Komunitas, karena kita tidak bisa melakukan ini sendirian — kita butuh ruang yang saling mendukung dan merayakan. Dan kejujuran, karena orang-orang bosan dengan kesempurnaan; mereka menginginkan kisah nyata dan suara nyata. Jika kita terus hadir dengan kebenaran dan koneksi, itulah yang akan memajukan dunia kreatif.
  • "Don't wait until you feel “ready.” Start with what you have, right where you are. Your path doesn’t need to look like anyone else’s — your story, your struggles, your background, that’s your magic!! Stay curious, stay playful, and let your work carry a piece of your heart."[3]
    • Jangan menunggu sampai Anda merasa "siap". Mulailah dengan apa yang Anda miliki, tepat di tempat Anda berada. Jalan Anda tidak perlu sama dengan jalan orang lain — kisah Anda, perjuangan Anda, latar belakang Anda, itulah keajaiban Anda!! Tetaplah ingin tahu, tetaplah bermain, dan biarkan karya Anda membawa secuil isi hati Anda.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Citta, Givania Diwiya (26 September 2019). "4 Ilustrator Perempuan Indonesia yang Konsisten Berkarya". Cosmopolitan. Diakses tanggal 2025-12-04.
  2. Nisya (9 Maret 2010). "Sosok Ayang Cempaka, Illustrator Ternama Sekaligus Ibu Dua Anak". theAsianparent Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-04.
  3. 3,0 3,1 3,2 "Culture, Honesty, and Play: Ayang Cempaka's Illustration Practice". The Design Kids. 29 September 2025. Diakses tanggal 2025-12-04.