Aya Widjaja
Tampilan
Aya Widjaja adalah seorang penulis asal Indonesia yang dikenal melalui karya-karyanya yang lintas genre. Hingga saat ini, ia telah menerbitkan tujuh novel dengan tema yang beragam, mulai dari romansa hingga eksperimental. Ciri khas kepenulisan Aya terletak pada pembangunan semesta naratif yang saling terhubung (shared universe), di mana karakter dari karya sebelumnya sering muncul kembali sebagai kameo dalam novel-novel berikutnya. Teknik narasi ini menciptakan keterkaitan antarkarya yang menjadi daya tarik tersendiri dalam bibliografinya.[1]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]Novel Starstruck Syndrome[2]
[sunting | sunting sumber]- “Manusia selamanya terbatas. Jangan berkeras ingin bebas. Hidup selalu terikat pada serangkaian aturan dan tuntutan yang tidak bisa dilepas.”
- “Kamuflase hubungan. Kami tidak bersama. Aku tahu kebohongan itu dosa. Tolong maafkan aku. Memilih tidak pernah menjadi bagian hidupku.” -Halaman 81
- “Aku cuma ingin Mama bahagia. Nggak peduli gimanapun caranya.”
- “Berangkat last flight, pulang first flight. Kenapa orang mendamba menjadi aku? Budak sang waktu.”
- “Aku tidak keberatan harus mengenakan lebih banyak topeng.”
- “Gimana nggak jago akting, kalau hidupku penuh drama.” -Halaman 80
- “Topeng-topeng dikenakan. Lentera dinyalakan. Pertunjukan dimulai, tanpa tahu kapan terselesaikan.”
- “Topeng-topeng dipuja. Orang-orang berharap penuh damba. Padahal, ini cuma sandiwara mega-mega.”
- “Topeng-topeng berserakan. Aku merindukan sang Tuan bernama kebebasan.” -Halaman 121
- “Cemberut sedikit dihujat, nggak mau foto dibilang sombong, nggak mau senyum dicaci setengah mati! Dan, yang paling nggak bisa dimengerti, kalian berasa Tuhan sampai ngatur-ngatur jodoh orang!” -Halaman 293[3]
Novel Monster Minister
[sunting | sunting sumber]- "Tuhan tidak menciptakan satupun makhluk tanpa manfaat. Oleh karena itu, manusia berlomba memanfaatkan satu sama lain. Semua orang pasti pernah dimanfaatkan, Kalita."
- "Sebaik-baiknya bos dan setinggi-tingginya gaji, pasti ada obrolan di belakang berisi caci maki dan benci"
- "Etika penting dalam pengajuan proposal, Pak. Bapak terlalu congkak untuk menjadi kandidat. Bapak nggak bisa bersikap arogan dan mendominasi kehidupan orang lain. Bapak harus belajar bahwa orang punya kebebasan untuk mengambil keputusan dan jalannya sendiri."
- Ya Tuhan, dekatkanlah jodohku, bukan menteriku. -Halaman 97
- "Apa yang harus terjadi, terjadilah. Setelahnya, semua akan berlalu dan tersapu." -Halaman 83[4]
Novel Dewa Angkara Murka
[sunting | sunting sumber]- "Cara terbaik membalas mantan adalah dengan menghadiri pernikahannya bersama pasangan baru yang jauh lebih baik daripada dia."
- "Belum punya pasangan ditanya kapan punya pacar. Sudah punya pacar ditanya kapan nikah. Sudah nikah ditanya kapan punya anak. Sudah punya anak ditanya kapan nambah anak. Sudah nambah anak ditanya anaknya sudah jadi apa diiringi pamer anaknya begini-begitu. Sudah punya anak yang begini begitu ditanya anaknya sudah punya pacar belum, kapan anaknya nikah, dan rodanya berputar begitu seterusnya sampai ada yang kurang ajar nanya 'kapan mati' kali baru berhenti perputarannya. Kurang lebih, itulah yang biasa terjadi di acara pertemuan keluarga."
- "Jatuh cinta itu nggak bisa diukur pakai logika perbandingan. Jatuh cinta itu membuat seseorang nggak bisa pindah ke lain hati meski melihat sejuta kekurangan dari pasangannya atau semilyar kelebihan dari wanita lain."
- "Karena kekurangan bukan alasan untuk berhenti mencintai. Selama pasangan itu punya tekat kuat untuk melewatinya bersama-sama dan kekurangan itu bukan sesuatu yang menyakiti satu sama lain, cinta itu nggak akan berhenti atau berpindah."
- "Ketika orang memojokkan, kita nggak harus selalu menjawab. Adakalanya, kita cukup senyum saat direndahkan dan disangsikan. Karena kamu tahu... membantah nggak membuat kita menang. Banyak bicara nggak akan menunjukkan kita lebih segalanya. Apa yang kitalakukanlah yang akan membuka mata mereka pada kita."
- "Saya nggak mau perasaan saya mengalahkan logika dengan membiarkan diri saya jatuh cinta pada orang yang nggak mungkin saya miliki. Karena perang yang nggak akan bisa kita menangkan adalah perang dengan masalalu, Mosha. Perjuangan dan pembuktian macam apa pun bakal sia-siakarena masa lalu nggak pernah nyata."[5]
Novel Ghosting Writer
[sunting | sunting sumber]- "Kalau semua bermasalah sama lo, mungkin bukan mereka yang salah, tapi lo.”
- ”Cowok yang ngejar impian lebih menarik daripada cowok yang kerjaannya ngejar cinta, tapi nggak mikirin masa depan."
- “Quality over quantity, Wil. Jauh lebih baik punya sedikit pembaca tapi setia ngikutin lo ke platform mana pun, mau ngasih lo feedback, rela ngeluarin effort demi baca tulisan lo, daripada punya banyak pembaca tapi nggak punya engagement lebih. Ayolah, belajar bersyukur dengan apa yang lo raih. Oke?”
- “Itu lo ngerti. Isi hancur atau bungkus jelek itu biasanya salah orang lain. Bukan bermaksud nyalahin orang, tapi faktor dari luar memang penting pas pencarian jati diri kayak lo sekarang. Gue nggak punya pembelaan apakah bandel itu salah atau sah-sah aja, yang penting adalah bisa nggak kita keluar dari zona bandel dan jadi manusia bertanggung jawab?”
- ❝Ghosting Writer sialan! Bisa-bisanya tulisan dia bikin gue terlena begini. Gimana caranya supaya gue bisa nulis sekeren dia?❞
- ❝Kita sama-sama megang kelemahan masing-masing. Kalau gue hancur, kita hancur barengan.❞
- Coba benchmarking. Baca cerita dia dulu, cari alasan apa yang bikin ceritanya digandrungi. Jangan cuma ngintipin halaman profile dia saja.
- Karena apa pun yang lo lakukan, sumber semangatnya harus diri lol sendiri. Bukan orang lain. Menggantungkan motivasi pada manusia cuma bikin kecewa. Lo harus punta suara lo sendiri. It's okay buat bilang enggak atau punya pendapat sendiri.
- Mood itu diciptakan, bukan ditunggu.
- Sudah saya bilang, mendingan kamu fokus sama teknis nulis dan konten ceritanya. Bukan terus-menerua mikirin rangking dan angka pembaca. Pembaca bakal datang dengan sendirinya kalau--
- Gue nggak bilang lo nggak boleh terkenal atau dapet uang dari nulis, tapi jangan sampai kehilangan jati diri.
- "Seringlah keluar mencari inspirasi daripada sekadar melakukan perjalanan virtual. Sensasi bepergian secara nyata memberikan rasa yang berbeda; deskripsi tentang tekstur, aroma, dan bentuk akan terasa lebih meyakinkan jika penulis merasakannya sendiri dengan semua indra."
- "Penulis tidak boleh ragu saat menuangkan ide. Meski pengalaman pribadi itu penting, seseorang tidak harus mengalami segala hal secara nyata untuk bisa menuliskannya. Hal yang paling utama adalah keyakinan dalam bercerita, agar pembaca tidak menyadari keterbatasan pengetahuan penulisnya.
- "Seorang penulis tidak wajib mengikuti arus tren karena ia punya kemampuan untuk menciptakan pasarnya sendiri. Kunci agar karya disukai adalah keterikatan dengan kehidupan sehari-hari, yang mampu membangkitkan perasaan 'dekat' dan menyentuh hati pembacanya."
- "Menulis di platform digital memberikan keunggulan dalam hal kecepatan revisi dan responsivitas terhadap hal-hal yang sedang viral. Penulis sebaiknya tidak apatis dan berani melakukan improvisasi agar ceritanya terasa lebih hidup dan selalu diperbarui."
- "Pada akhirnya, pembaca akan lebih menghargai jati diri penulis dibandingkan sekadar isi ceritanya. Lebih baik memiliki sedikit pembaca yang setia dan memberikan umpan balik daripada banyak pembaca tanpa kedekatan emosional. Menulislah dengan jujur dari hati agar perasaan tersebut sampai kepada pembaca."
- "Secara alamiah, setiap manusia dibekali nurani dan akal untuk menjadi pribadi yang baik. Jika seseorang menjadi buruk, hal itu biasanya disebabkan oleh faktor lingkungan atau godaan luar yang telah mengikis sisi kemanusiaannya."[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]Pranala Luar
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Review Novel Monster Minister Best Seller Gramedia". Best Seller Gramedia. 2026-02-20. Diakses tanggal 2026-04-26.
- ↑ Widjaja, Aya (2019). Starstruck Syndrome. Bentang Pustaka. ISBN 978-602-430-576-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "Starstruck Syndrome". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-26.
- ↑ "Goodreads". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-26.
- ↑ "Dewa Angkara Murka". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-26.
- ↑ "Ghosting Writer". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-26.