Asma Abbas
Tampilan
Asma Abbas adalah seorang aktris, produser, penyanyi, dan pembawa acara Pakistan yang dikenal karena peran pendukungnya dalam film dan drama televisi Urdu. Ia memerankan Fehmida dalam serial Ranjha Ranjha Kardi yang sukses di tahun 2018. Ia juga menjadi pembawa acara bincang-bincang selebritas Awaz Day Kahan Hai di ATV. [1] [2]
Kutipan
[sunting | sunting sumber]
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
- “I’ve had to say no to six, actually,” says Asma. “Three of them were dramas that are being directed by some of TV’s very best: Kashif Nisar, Farooq Rind and Saqib Khan. I regret it, but once I have made a commitment, I can’t back out of it. I did manage to agree to one drama after getting permission from the Baby Baji team. It’s going to be directed by Marina Khan.” Artinya: "Sebenarnya, saya sudah menolak enam film," kata Asma. "Tiga di antaranya adalah drama yang disutradarai oleh beberapa bintang TV terbaik: Kashif Nisar, Farooq Rind, dan Saqib Khan. Saya menyesalinya, tetapi begitu saya sudah berkomitmen, saya tidak bisa mundur. Saya berhasil menyetujui satu film setelah mendapat izin dari tim Baby Baji. Film itu akan disutradarai oleh Marina Khan." [3]
- “To be honest, I hardly ever read scripts now. When a drama gets offered to me, I just ask some basic questions: am I rich or poor, what kind of clothes will I need to wear, will I be speaking in Urdu or Punjabi? Usually, that’s more than enough, and then I can go over the dialogues on set.”Artinya: “Sejujurnya, saya jarang membaca naskah sekarang. Ketika ditawari drama, saya hanya menanyakan beberapa pertanyaan dasar: apakah saya kaya atau miskin, pakaian seperti apa yang harus saya kenakan, apakah saya akan berbicara dalam bahasa Urdu atau Punjabi? Biasanya, itu sudah lebih dari cukup, lalu saya bisa membahas dialog-dialognya di lokasi syuting.” [3]
- “When I was on the set of Mann Jogi, I would simply sit in a corner and learn my lines. And then, when I knew them and the camera would record, the words would come from my heart and my body language and facial expressions would just come to me naturally. Artinya: "Saat saya di lokasi syuting Mann Jogi, saya hanya duduk di pojok dan mempelajari dialog saya. Lalu, ketika saya sudah hafal dan kamera merekam, kata-kata itu keluar dari hati saya, dan bahasa tubuh serta ekspresi wajah saya muncul begitu saja secara alami." [3]
- “When such work comes, you simply want to do your best. My character in Mann Jogi was also a mother-in-law, but her relationship with her daughter-in-law was not typical. She loved her but, then, she was also willing to go to extreme lengths for her son. There were so many shades to her.” Artinya: "Ketika pekerjaan seperti itu datang, kita hanya ingin melakukan yang terbaik. Karakter saya di Mann Jogi juga seorang ibu mertua, tetapi hubungannya dengan menantu perempuannya tidak biasa. Ia mencintai menantunya, tetapi di sisi lain, ia juga rela melakukan apa pun demi putranya. Ada begitu banyak sisi dalam dirinya." [3]
- “Similarly, the mother I enacted in the drama Ranjha Ranjha Kardi had a son who was mentally disabled. No one can understand the pain that a mother in such a predicament must go through. Artinya: "Demikian pula, ibu yang saya perankan dalam drama Ranjha Ranjha Kardi memiliki seorang putra yang mengalami disabilitas mental. Tak seorang pun dapat memahami rasa sakit yang harus dialami seorang ibu dalam situasi sulit seperti itu." [3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Asma Abbas | Karachi Literature Festival" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ "Asma Abbas: Biography, Dramas List - WeGreen Entertainment" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ 3,0 3,1 3,2 3,3 3,4 Rehman, Maliha (2024-10-20). "THE ICON INTERVIEW: THE RARE MAGIC OF ASMA ABBAS". Dawn (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-04.