Lompat ke isi

Asiyah binti Muzahim

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Asiyah binti Muzahim atau Asiyah adalah istri Fir'aun pada zaman Nabi Musa AS dan dipandang menjadi salah satu perempuan mulia dalam sejarah Islam. Dalam Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab dikatakan, jika Asiyah adalah seorang Bani Israil. Asiyah merupakan wanita yang beriman dan tidak menyembah Fir'aun. Oleh karenanya, dia adalah salah satu dari keempat wanita penghuni surga yang paling utama.[1]

  • Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang zalim.[2]
  • Ia (bayi musa) adalah penyejuk hati bagiku dan bagimu, janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita ambil ia menjadi anak.[3]
  • Putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan! Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.[4]
  • Aku telah beriman kepada Rabb Harun dan Musa.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Hawari, Hanif. "Kisah Asiyah binti Muzahim, Istri Fir'aun Wanita Mulia Penghuni Surga". detikhikmah. Diakses tanggal 2025-12-19.
  2. Keteguhan Asiyah binti Muzahim | Ihram.
  3. "Wanita Beriman Dari Keluarga Fir'aun | Almanhaj" (dalam bahasa American English). 2019-02-05. Diakses tanggal 2025-12-19.
  4. 4,0 4,1 Oktavia, Elvi (2022-10-28). "Siapa Itu Asiyah Binti Muzahim ?". kuncikebaikan.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-19.