Lompat ke isi

Artati Marzuki-Sudirdjo

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Artati Marzuki Sudirdjo adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Dwikora I periode 27 Agustus 1964 - 21 Februari 1966. Pada masanya terjadi pertentangan ideologi yang menyebabkan lembaga pendidikan tingkat dasar terpecah, para guru banyak terlibat dalam organisasi politik. [1][2][3]

  1. “Kebudayaan kita harus bersifat anti-imperialisme, anti-feodalisme, dan anti-neokolonialisme. Kebudayaan kita harus bersifat kebudayaan rakyat yang progresif revolusioner,”[4]
  2. “Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya untuk pendidikan yang menyeluruh dan berimbang ini,”[3]
  3. “Malahan saya pernah belajar bahasa Esperanto yang dicita-citakan dapat menjadi bahasa dunia,”[3]
  4. “Ayah dan ibu sangat maju pemikirannya. Dalam lingkungan keluarga saya untuk pertama kali melihat penerapan prinsip non-diskriminasi terhadap perempuan. Ketika itu saya tidak menyadari, akan tetapi contoh orang tua saya itu akan sangat berpengaruh dalam kehidupan dan pekerjaan saya kemudian,”[3]
  1. Rosa, Nikita. "Artati Sudirdjo, Satu-satunya Menteri Pendidikan Perempuan di Indonesia". detikedu. Diakses tanggal 2025-12-07.
  2. "Indonesia Pernah Punya Mendikbud Perempuan Artati Marzuki Sudirdjo, Ini profilnya". Tempo. 2023-04-20. Diakses tanggal 2025-12-07.
  3. 3,0 3,1 3,2 3,3 Janti, Nur (2020-07-26). "Artati Sang Srikandi Diplomasi". Historia.ID. Diakses tanggal 2025-12-07.
  4. Janti, Nur (2020-02-18). "Artati Marzuki, Menteri PD dan K di Tengah Konflik Departemen". Historia.ID. Diakses tanggal 2025-12-07.