Lompat ke isi

Ariel Lawhon

Dari Wikikutip bahasa Indonesia, koleksi kutipan bebas.

Ariel Lawhon adalah seorang penulis fiksi sejarah asal Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai penulis buku terlaris New York Times dan USA Today serta penerima berbagai penghargaan sastra. Karya-karyanya meliputi The Wife, the Maid, and the Mistress, Flight of Dreams, I Was Anastasia, Code Name Hélène, dan The Frozen River, dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.[1]

The Wife, the Maid and the Mistress

[sunting | sunting sumber]
  • "The truth is more important than protecting yourself. Regardless of the consequences."
    • "Kebenaran lebih penting daripada melindungi diri sendiri, apa pun konsekuensinya."
  • “Politicians and children have two speeds: running and asleep."
    • "Politisi dan anak-anak memiliki dua kecepatan: berlari dan tertidur."
  • "God wasn’t some other thing out there, but the most important thing anywhere."[2]
    • "Tuhan bukanlah sesuatu yang jauh di luar sana, melainkan hal yang paling penting di mana pun berada."

Code Name Hélène

[sunting | sunting sumber]
  • "Love is a choice. It is the active choosing of good for another person. But like? It is a gift and it cannot be forced."
    • "Cinta adalah sebuah pilihan. Ia adalah tindakan sadar untuk memilih kebaikan bagi orang lain. Namun rasa suka? Itu adalah anugerah dan tidak dapat dipaksakan."
  • "The friendships of women are strange and wonderful. Fraught and irreplaceable."
    • "Persahabatan antarperempuan itu aneh sekaligus indah—penuh kerumitan dan tak tergantikan."
  • "The thing about lipstick, the reason it’s so powerful, is that it is distracting. Men don’t see the flashes of anger in your eyes or your clenched fists when you wear it. They see a woman, not a warrior, and that gives me the advantage."[3]
    • "Soal lipstik, alasan mengapa ia begitu kuat adalah karena sifatnya yang mengalihkan perhatian. Para pria tidak melihat kilatan amarah di matamu atau kepalan tanganmu saat kamu memakainya. Mereka melihat seorang perempuan, bukan seorang pejuang, dan itulah yang memberiku keunggulan."

The Frozen River

[sunting | sunting sumber]
  • "Memory is a wicked thing that warps and twists. But paper and ink receive the truth without emotion, and they read it back without partiality. That, I believe, is why so few women are taught to read and write. God only knows what they would do with the power of pen and ink at their disposal."
    • "Ingatan adalah sesuatu yang licik, yang membengkokkan dan memutarbalikkan. Namun kertas dan tinta menerima kebenaran tanpa emosi, dan menyampaikannya kembali tanpa keberpihakan. Itulah, menurutku, alasan mengapa begitu sedikit perempuan diajarkan membaca dan menulis. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan mereka lakukan dengan kekuatan pena dan tinta di tangan mereka."
  • "When a war is over, you stop discussing the cost. The reality. The blood-soaked soil or the grave markers or the collateral damage. The ways we kill our enemies in order to claim victory. History is written by the men who live. Not the ones who die."
    • "Ketika sebuah perang usai, pembicaraan tentang harga yang harus dibayar pun berhenti. Tentang kenyataan. Tentang tanah yang basah oleh darah, nisan-nisan kubur, atau kerusakan yang ditimbulkan. Tentang cara-cara kita membunuh musuh demi mengklaim kemenangan. Sejarah ditulis oleh mereka yang hidup, bukan oleh mereka yang gugur."
  • "I want the world to remember that small acts, done in love, matter every bit as much as the ones that make the newspaper and the history books."[4]
    • "Aku ingin dunia mengingat bahwa tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan cinta memiliki arti yang sama besarnya dengan peristiwa-peristiwa yang menghiasi surat kabar dan buku-buku sejarah."

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. https://www.amazon.com/stores/Ariel-Lawhon/author/B00HE5LAL2?ref=ap_rdr&shoppingPortalEnabled=true
  2. Lawhon, Ariel (2025-06-19). The Wife, the Maid and the Mistress: A SCANDALOUS Murder Mystery From The BESTSELLING Author of THE FROZEN RIVER (dalam bahasa Inggris). Swift Press. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Lawhon, Ariel (2020-03-31). Code Name Hélène (dalam bahasa Inggris). Knopf Doubleday Publishing Group. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Lawhon, Ariel (2023-11-01). The Frozen River: From the bestselling author of Code Name Hélène (dalam bahasa Inggris). Simon and Schuster. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)