Ani Widyani
Tampilan
Ani Widyani Soetjipto (lahir 28 Juni 1961) adalah seorang akademisi dan peneliti hubungan internasional Indonesia. Saat ini, beliau menjabat sebagai Guru Besar Gender dan Hak Asasi Manusia Hubungan Internasional di Universitas Indonesia (UI) sejak 21 Desember 2024. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Ketua Departemen Hubungan Internasional di universitas tersebut dari tahun 1996 hingga 1999.[1]

Kutipan
[sunting | sunting sumber]- "Ini akan meningkatkan secara substantif kualitas demokrasi Indonesia, yang banyak dikritik karena mengalami kemunduran,"[2]
- "Dengan kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan baik bagi pemberi kerja maupun tenaga kerja, ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan,"[2]
- "Bayangkan bapak ibu, kita mampu menunjukkan secara konkret kemajuan demokrasi kita, baik di dalam maupun di luar negeri," [2]
- “(Sudah)21 tahun kita nunggu Undang-undang ini sebetulnya, dari mulai diajukan pada 2004 ketika pemerintahan Presiden Megawati, lalu berlanjut kepada Presiden SBY 10 tahun, lalu Presiden Jokowi 10 tahun, dan sekarang pemerintah Prabowo, tidak ada satupun presiden ini yang tidak setuju,”[3]
- “Mengajak semua seluruh pimpinan dunia untuk meratifikasi ILO 189. Jokowi pun di akhir masa jabatannya kita ingat pada 2023 memerintahkan Menkumham dan (Menteri) Tenaga Kerja berkoordinasi dengan DPR dan stakeholder untuk speedy the process gitu ya,”[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Konde.co, Tim (2025-01-26). "Ani Soetjipto: Pentingnya Perspektif Interseksionalitas dalam Politik Global". Konde.co (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-09.
- ↑ 2,0 2,1 2,2 antaranews.com (2025-05-21). "Akademisi: Indonesia buktikan demokrasi baik jika sahkan UU PPRT". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ↑ 3,0 3,1 "Prof Ani Soetjipto Heran RUU PPRT Sudah 21 Tahun Belum Disahkan". Rmol.id. Diakses tanggal 2025-12-09.